Jika Muncul Klaster Penularan Covid-19 di Sekolah Jangan Ragu Setop PTM

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Pimpinan DPRD Karanganyar meminta vaksinasi terhadap siswa didik tingkat SMP dan SMA bisa dipercepat pelaksanaannya. Jika muncul klaster penularan saat pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, Dinas Pendidikan diminta jangan ragu menghentikan kegiatan tersebut.

Wakil Ketua 2 DPRD Karangayar, Rohadi Widodo menyampaikan, vaksinasi terhadap siswa SMP maupun SMA hendaknya bisa dipercepat untuk mengantisipasi apabila muncul penyebaran Covid-19 di sekolah.
Rohadi menilai tidak perlu dilakukan testing terhadap peserta PTM saat ini. Apabila terjadi kasus saja baru dilakukan tracing dan testing.

“Duitnya dari mana (swab antigen). Antigen itu harganya Rp 99 ribu. Jumlah SMP dan SMA itu itu banyak sekali. Anggarannya darimana? Tracing sekarang saja dipersulit. Kalau dulu 1 kasus tracingnya 30. Sekarang tinggal 15,” kata Rohadi, Sabtu (25/9).

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Tengah, Sunarno menyampaikan, apabila terjadi kasus Covid-19 di sekolah yang melakukan PTM maka sekolah tersebut harus menghentikan kegiatan belajar mengajar sistem tatap muka.

“Dibuka kembali setelah memperoleh izin dari Satgas Covid-19 kabupaten/kota,” kata Sunarno.

Sunarno meminta Satgas Covid-19 sekolah bekerja lebih keras menjalankan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah.

“Mengapa? Anak-anak lama tidak ketemu, lupa diri, merangkul, ngomong-ngomong, dll. Termasuk duduk saja harus diingatkan. Tidak hanya saat dia datang, tapi ketika dia menunggu jam pelajaran dan posisi duduk harus betul-betul diperhatikan,” terang Sunarno. (Lim)

BERITA REKOMENDASI