Jokowi Ajak Pengusaha Mebel Tangkal Hoax

KARANGANYAR,KRJOGJA.com – Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengajak pengusaha kayu dan mebel tak terbawa arus ujaran kebencian dan informasi hoax. Ia juga menjelaskan pemerintah perlu didukung dalam membangun Indonesia secara adil. 
 
"Semburan fitnah di medsos banyak sekali. Kedustaan dan kebohongan. Yang benar jadi salah dan sebaliknya. Saya dibilang antek asing, PKI dan anti ulama," kata Jokowi di acara Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi #01 di De Tjolomadoe, Karanganyar, Minggu (3/2).
 
Dulu, informasi menyesatkan itu tak terlalu dihiraukannya. Namun saat berkontestasi di Pilpres, hoax dan ujaran kebencian mengganggu kampanye dirinya. "Empat tahun saya diam. Dikira saya enggak berani. Sekarang saatnya saya menjawab. Tidak ada rasa takut sedikitpun untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia," katanya. 
 
Daripada membalas dengan cara sama, ia memilih memamerkan keberhasilan pemerintahan di era kepemimpinannya. Misalnya mengambil alih blok Mahakam dari asing. Kemudian menguasai blok Rokan yang selama puluhan tahun dikelola pengusaha Amerika Serikat. Tak terkecuali penguasaan 51,2 persen saham Freeport. 
 
"Empat tahun bernegosiasi untuk Freeport. Dipikir enggak ada tekanan dan intrik politik? Kalau gampang sudah diambil alih oleh pemerintah dari dulu. Ini pekerjaan sulit. Ditekan kiri, kanan, atas, bawah. Untung saya kurus. Jadi ditekan enggak terasa," katanya. 
 
Dia memprediksi Indonesia emas terwujud pada tahun 2040-2045. Hanya saja, perlu dirintis sejak awal. 
"Jangan mau dibohongi dengan adanya cara instan. Enggak ada cerita seperti itu. Saya mengalami hidup susah, miskin. Tapi dengan kerja keras. Negara kita besar dan tanggangannya juga besar," katanya. 
 
Ia mengatakan, cara mengelola negara tidaklah mudah. Pengalamannya menjadi walikota dua periode, gubernur dan satu periode menjadi presiden sangat berharga dalam menentukan kebijakan.
 
Ketua Umum Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi, Setyo Wisnu Broto, menengatakan, secara nasional anggota Sekabel Jokowi sekitar 11-13 juta orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
 
Menurut dia, semua anggota telah berkomitmen untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019. "Angka 11 juta (pengusaha dan keluarga pengusaha kayu mebel) bukan angka kecil. Kalau tukang kayu solid berarti kami akan memberikan kontribusi untuk kemenangan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," kata Wisnu. (Lim)
 
 
 
 

 

BERITA REKOMENDASI