Jumenengan PB XIII ke 14 Dijaga Ketat, Kelompok LDA Boikot Tidak Hadir

SOLO, KRJOGJA.com – Suasana konflik masih terasa saat berlangsung prosesi Tingalan Jumenengan (Peringatan Naik Tahta) Raja Paku Buwono (PB) XIII ke-14 di Sasana Sewaka Kraton Kasunanan Surakarta, Kamis (12/4/2018).  Akses masuk ke pintu utama kraton Surakarta dijaga  ketat pasukan TNI dan Polri, bahkan sebuah kendaraan taktis (rantis) di parkir siaga di depan pintu utama Kraton Kasunanan Surakarta.

Jumenengan ke -14  dihelat lengkap dengan tarian sakral Bedhaya Ketawang  ditandai dengan pemberian gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) kepada Pangdam IV/Diponegoro Mayen TNI Wuryanto Senonagoro dan Kapolda Jateng Irjen Pol KPH Condro Kirono Dibyo Adiningrat.

Dalam prosesi jumenengan itu  kelompok Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Moertiyah cs tidak ada yang hadir, meski menurut Ketua Panitia Jumenengan KGPH Dipo Koesoemo, semua putra -putri PB XII yang sebelumnya dinilai berseberangan diundang dakam prosesi jumenengan.

KPAA Condro Kusumo Begug Purnomo Sidi Suro Agul Agul Komandan Keamanan Kraton Kasunan Surakarta kepada wartawan, Kamis (12/4/2018) membenarkan pihaknya meminta pengamanan penuh dari TNI – Polri untuk mengantisipasi agar jalannya prosesi jumenengan ke -14 yang dihadiri sejumlah pejabat dan tamu penting baik dari dalam dan luar negeri itu berjalan lancar, aman dan khidmad. Turunnya pasukan keamanan dalam posisi siaga di acara Jumenengan itu juga dibenarkan oleh KGPH Dipo Koesoemo. 

"Ya karena sebelumnya saat persiapan Jumenengan sempat ada sedikit gangguan , maka panitia melakukan antisipasi agar pelaksanaan Jumenengan dapat berjalan lancar,"ujar Dipo Koesoemo tanpa merinci gangguan yang dimaksud.

Prosesi jumenengan dihadiri Menko Polkam Wiranto, ibunda Presiden Jokowi Ny Sujiatmi  Notomiharjo , Wantimpres Jendral (Purn) Subagio HS, Raja-Raja dari sejumlah Kraton Nusantara, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto serta Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI