Jumlah Napi di LP Sragen ‘Overload’

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN, KRjogja.com – Jumlah napi penghuni Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen saat ini mencapai 521 orang. Penghuni sebanyak itu melebihi daya tampung yang sebenarnya hanya 250 orang, sehingga LP sragen kini sudah 'overload'.

Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, LP Kelas IIA Sragen, Agung Hascahyo, Rabu (19/6) mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah napi penghuni LP Sragen memang terus bertambah. Pada awal 2018 lalu, jumlah napi hanya sekitar 300 orang, dan dalam kurun waktu 1,5 tahun, jumlahnya meningkat menjadi 521 napi.

Menurut Agung, kondisi LP saat ini memang benar-benar 'overload'. Kondisi Ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. "Sekarang malah jumlah warga binaan lebih dari dua kali lipat dari kuota yang semestinya. Tapi ini tidak hanya dialami LP Sragen, LP atau rutan (rumah tahanan) lain di Indonesia kondisinya juga 'overload'," ujarnya.

Dijelaskan Agung, sebagian besar warga binaan di LP Sragen merupakan napi pindahan dari luar daerah. Kebanyakan adalah limpahan dari Rutan Kelas I Kota Solo. Setelah divonis bersalah oleh pengadilan, mereka resmi menyandang status napi sehingga dipindah ke sel yang hanya dimiliki LP.

Selain itu, beberapa merupakan napi limpahan dari daerah lain di Jateng dan Jatim. "Jadi, sebagian besar kasus kejahatan yang dilakukan napi ini berada di luar kota. Mereka yang melakukan kejahatan di Kabupaten Sragen hanya sekitar 150 orang. Paling banyak memang limpahan dari rutan di Solo karena di sana belum ada LP untuk menampung napi. Ada pula dari Wonogiri, Madiun, dan lainnya," papar Agung.

LP Kelas II A Sragen dibangun sejak 1989. Sebelum dibangun di depan RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, LP Sragen menempati bangunan cagar budaya yang kini digunakan sebagai Rumah Penyimpanan Barang Rampasan (Rupbasan) Kelas IIA Sragen. "Kalau bangunan LP ini diperluas, saya pikir sudah tidak bisa karena di belakang bangunan sudah ada permukiman penduduk. Bangunan LP sudah mengalami perluasan karena bangunan sebelumnya yang saat ini dijadikan Rupbasan lebih sempit," tambah Agung. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI