Jumlah Warung Kuliner Guk-guk Membengkak

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Jumlah calon penerima dana stimulan alih menu daging anjing dari semula 37 warung, bertambah menjadi 53 warung yang tersebar di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 34 diantaranya setuju menutup warungnya atau membuka usaha lain. 

"Pada Jumat (28/6) lalu, semua yang bersedia alih usaha mendatangi kantor dinas. Mereka diklarifikasi atas pernyataan kesanggupan. Usai menandatangani berita acara, langsung diberi dana stimulan Rp 5 juta. Ada yang beralih jual rica menthok, soto dan bengkel. Ada pula memilih beternak," kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Karanganyar, Siti Sofiyah, Minggu (30/6). 

BACA JUGA :

Selain Rabies, Ini Deretan Penyakit kalau Sering Makan Daging Anjing

Giliran Pedagang Warung 'Guguk' Protes, Ini Sebabnya

 

Sebagaimana diberitakan, Pemkab Karanganyar melalui Baznas memberikan dana stimulan dana bagi pedagang kuliner berbahan daging anjing, agar beralih usaha. Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengupayakan kesehatan bagi seluruh warga dan melindungi hewan tersebut, sehingga memerintahkan penutupan warung satai huh-guk. Awalnya 21 pemilik warung diundang untuk menerima penjelasan bupati. Sampai sekarang, jumlah warung yang terdeteksi bertambah. 

Siti Sofiah menambahkan, Pemkab melalui mantri di setiap kecamatan akan memantau kondisi pemilik warung yang sudah beralih usaha.
Di sisi lain, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar, Kurniadi Maulato, menyampaikan Satpol PP tidak dapat mengambil tindakan penertiban karena belum memiliki dasar hukum. Menurut dia, Pemkab sedang memproses peraturan perihal satwa yang bukan bahan makanan.

"Ini kan sedang proses di Bagian Hukum. Tetapi bukan hanya sate jamu. Semua satwa yang bukan bahan makanan. Termasuk penindakan jika terjadi pelanggaran. Ini kan Pemkab masih berusaha secara persuasi. Jadi kami mengawal proses," ungkap Kurniadi. (Lim)

BERITA REKOMENDASI