Kadinkes Jateng: RS Manipulasi Data Pasien Covid-19, Laporkan!

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sanksi administrasi hingga pidana bakal diproses Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah apabila mendapati fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) memanipulasi data pasien Covid-19 demi keuntungan pribadi. Masyarakat diminta tak segan melaporkan hal itu jika memiliki bukti pendukung.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo kepada wartawan saat ditanya kemungkinan oknum manajemen RS sengaja ‘meng-covid-kan’ pasien yang sebenarnya tak terinveksi. Modus itu dilakukan demi memperoleh klaim pembiayaan dari pemerintah. Sebagaimana diketahui, seluruh pembiayaan pasien Covid-19 ditanggung pemerintah selama masa pandemi belum berakhir.

“Silakan lapor. Asal bukan fitnah dan memiliki bukti. Pasti akan kami telusuri. Jika benar, hal itu menyalahi kode etik. Pasti dihukum jika terbukti. Itu enggak benar. Kapan dimana orangnya siapa dan siapa yang menjadi korban,” katanya di sela meninjau vaksinasi bagi pelayan publik di RSUD Karanganyar, Rabu (24/2).

Sanksi administratif mengancam pelaku atau instansi yang bersalah. Yulianto menyebut sanksinya bisa berupa penutupan fasyankes tersebut. Bahkan bisa menyeret oknum ke ranah pidana dengan tuduhan manipulasi dan penipuan.

Ia tak menampik manajemen rumah sakit berstatus badan layanan umum diuntungkan dengan masuknya pasien Covid-19. Sebab, biaya perawatan pasien tersebut dibayar penuh pemerintah pusat. Nilai klaimnya bahkan lebih tinggi dibanding peserta jaminan kesehatan atau asuransi lainnya. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Purwati menyebut biaya perawatan pasien Covid-19 dengan komorbiditas bisa mencapai Rp50 juta.

BERITA REKOMENDASI