KAI Gelar Seminar Hukum : Pinjol Kebutuhan Atau Kejahatan

SOLO, KRJOGJA.com – Di saat pandemi Covid -19, banyak bermunculan lembaga pinjaman on line (pinjol) alias Financial Technologi (Fintec). Sayangnya pinjol yang harusnya bisa menolong kebutuhan masyarakat akan dana segar itu pada praktiknya cenderung disalah gunakan oleh pengelolanya.

Vice President DPP Konggres Advokat Indonesia (KAI) Dr Heru Notonegoro didampingi Ketua DPD KAI Jawa Tengah Theo Wahyu Winarto, SH kepada wartawan , Rabu (9/6/2021) mengatakan terkait perjalanan pengabdian KAI yang genap 13 tahun, pihaknya bakal menggelar Seminar Hukum Nasional dengan tema “Pinjaman On Line, Kebutuhan atau Kejahatan”. Digelar Sabtu, 12 Juni 2021 di hotel Solia Zigna, Laweyan, Solo.

Bertindak sebagai nara sumber sejumlah tokoh yang kompeten terhadap kasus-kasus pinjol diantaranya
1. Dr Tongam Lumban Tobing SH LLM yang merupakan
Kepala Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
2.Dr Muzakir SH MH pakar hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia.
3.Irjen Pol Kamil Razak SH MH mantan Direktur Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK.

Menurut Heru Notonegoro pinjol diakui menyediakan dana segar bagi masyarakat dengan cepat. Namun ternyata pinjol juga menyertakan unsur kejahatan antara lain:
a.Lembaga pinjol tidak berbadan hukum dan tidak memiliki ijin operasional dari OJK sehingga tidak ada perlindungan hukum bagi masyarakat yang menjadi nasabahnya sangat dirugikan.
b.Mekanisme dan proses pencairan pinjaman yang sangat cepat dan mudah, sering kali cenderung mengabaikan syarat kehati-hatian baik yang menyangkut besaran biaya administrasi pinjaman, bunga dan denda keterlambatan serta biaya-biaya lain yang seharusnya diinformasikan kepada calon nasabah.

BERITA REKOMENDASI