Kantor KPU Karanganyar ‘Dimolotov’

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Suara tembakan ke udara berhasil menghentikan sejenak lemparan bom molotov dari kerumunan perusuh di sekitar kantor KPU Karanganyar, Kamis (24/08/2017) sore. Sebagian perusuh menahan pedih di mata, namun sisanya masih terus berteriak sambil melempar benda-benda ke barisan Satuan Dalmas Polres karanganyar.

Keributan di depan kantor KPU Karanganyar itu berawal dari praktik curang panitia pemilihan saat menghitung jumlah surat suara sah di TPS 04 Jungke. Pendukung salah satu calon mengamuk di TPS itu dan menghajar personel kepanitiaan.

Melihat kondisi tersebut, massa pendukungnya meradang. Mereka menggeruduk kantor KPU dan meminta pemungutan suara diulang. Selain itu, ketua KPU dituntut bertanggungjawab terhadap persoalan di banyak TPS.

Tim negosiasi dari kepolisian gagal meredam amarah para pengunjuk rasa yang tak lagi berpikir rasional. Terindikasi, kerumunannya disusupi provokator. Lantaran massa kian beringas, kepolisian memutuskan mengubah strateginya dengan mendatangkan pasukan Dalmas inti dan armada pemadam kebakaran.

Para perusuh dipukul mundur serta provokatornya diamankan. Polisi juga mengamankan pertokoan yang dijarah orang tak bertanggung jawab. Dalam situasi kacau tersebut, tak sedikit pelaku kejahatan memanfaatkan situasinya.

Suasana genting pascapemungutan suara itu disimulasikan Polres Karanganyar untuk menakar kesiapan anggotanya menghadapi kondisi tak terkendali. Sebanyak 250 anggota kepolisian dari berbagai satuan dipimpin langsung Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko.

“Sistem pengamanan kota disimulasikan. Melihat kesiapannya mengawal dan mengamankan Pemilukada. Kita bisa melihat sarana dan prasarana serta personel sudah sangat siap,” katanya.

Dijelaskan, beberapa ruas jalan akan ditutup jika nantinya pecah bentrok. Ruas di perbatasan juga dijaga petugas untuk mengahau perusuh serta menjaga warga sipil tak terlibat di dalamnya. “250 personel dikerahkan dari satuan Reskrim, intel, Polsek, Dalmas, Binmas hingga pemadam kebakaran,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI