Kapolres Sukoharjo Pantau Kesiapan Rumah Pemotongan Hewan

Editor: Ary B Prass

Saat PPKM darurat virus Corona, Ihsan Muhadi menjelaskan, pemerintah juga melakukan penutupan sementara seluruh tempat ibadah dan kegiatan keagamaan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kasus penyebaran virus Corona di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan.

“Terus kami sosialisasikan ke masyarakat. Sebab pelaksanaan Idul Adha sudah semakin dekat,” lanjutnya.

Aturan lain dari pemerintah yang disosialisasikan Kantor Kemenag Sukoharjo yakni berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban. Ihsan mengatakan, penyembelihan hewan kurban diperbolehkan dilaksanakan selama Hari Tasyrik, yakni, selama tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha.

Pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Kantor Kemenag Sukoharjo meminta dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pengawasan secara ketat juga akan dilakukan Kantor Kemenag Sukoharjo dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

Ihsan menjelaskan, dalam SE mengatur terkait teknis pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dengan pembatasan jumlah panitia, ruang terbuka, dan luas serta dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini harus dipahami masyarakat demi mencegah penyebaran virus Corona saat proses penyembelihan hewan kurban.

Kantor Kemenag Sukoharjo sejak awal sudah melakukan antisipasi kerawanan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan dengan menyarankan panitia penyembelihan hewan kurban di masjid dengan melaksanakan penyembelihan hewan kurban  di rumah potong hewan (RPH). Namun setelah dilakukan koordinasi ternyata pihak RPH tidak sanggup memenuhi permintaan penyembelihan hewan kurban karena jumlah tukang jagalnya terbatas.

Kendala tersebut membuat Kantor Kemenag Sukoharjo akhirnya menyerahkan proses penyembelihan hewan kurban ke masing-masing panitia masjid. “Akhirnya harus disembelih sendiri, meskipun ditentukan dengan tata cara yang ketat harus tetap sesuai syariat Islam,” lanjutnya.

Kondisi sekarang dikatakan Ihsan Muhadi, panitia Idul Adha di masing-masing masjid sudah membentuk kepanitiaan. Namun, Kantor Kemenag Sukoharjo tetap meminta agar pembentukan dilakukan dengan jumlah terbatas menyesuaikan pemberlakuan PPKM darurat virus Corona.

“Harus dipastikan kondisi panitia dan tukang jagal saat penyembelihan hewan kurban dalam keadaan sehat. Selain itu juga wajib mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker,” lanjutnya.

Ihsan Muhadi menambahkan, masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi sekarang karena masih diberlakukan PPKM darurat virus Corona. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan sekarang sangat penting agar tidak terjadi penularan virus Corona. (Mam)  

BERITA REKOMENDASI