Karanganyar Pusat Kehidupan Nusantara

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Berbagai aspek kehidupan dapat digali di Kabupaten Karanganyar, seperti sejarah, religi, alam dan budaya. Berdasar aspek tersebut, Kabupaten Karanganyar berusaha mencitrakan pusat kehidupan nusantara di wilayahnya.

“Kabupaten Karanganyar memiliki nilai historis apabila dilihat dari aspek kesejarahan. Ditandai dengan adanya kampung purba di Gondangrejo, Raden Mas Said dan Gunung Lawu,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Sabtu (21/11/2020).

Ia mengaku sudah menyusun roadmap mewujudkan hal itu selama sepuluh tahun ke depan. Dimulai dari dua tahun ke depan atau 2021 hingga 2022 fokus pada pemulihan kondisi akibat pandemi Covid-19.

Yuli, sapaan akrabnya, menjelaskan pengelompokan empat wisata berdasarkan pemetaan dan kajian terhadap hampir seluruh wisata di Kabupaten Karanganyar. Dia mencontohkan segmen wisata dengan latar belakang culture berada di Kecamatan Gondangrejo, yakni Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu. Selain culture, Kabupaten Karanganyar juga menawarkan wisata alam Gunung Lawu.

Yuli mengaku roadmap Karanganyar Center Life of Nusantara akan diwariskan kepada pemimpin berikutnya. Harapannya mewujudkan Karanganyar sebagai pusat kehidupan tidak putus setelah masa jabatan berakhir 2023.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pada peluncuran Karanganyar Pusat Kehidupan Nusantara mendukung branding tersebut Sebab Karanganyar memiliki aspek kebudayaan yang berpotensi kuat dengan mulai dari menggerakan kembali semua seniman Kabupaten Karanganyar. Potensi yang ada di Karanganyar tidak hanya dalam sektor pangan tetapi juga pariwisata. Ganjar mengakui bahwa lokasi ini mulai banyak dilirik oleh investor sebagai kawasan wisata.

“Indonesia begitu kaya maka warisan budaya yang kita punya harus didengungkan kembali, didorong dan dipersiapkan. Jangan diseragamkan,” jelas Ganjar.

Sementara itu, Founder & Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya berpendapat Karanganyar bisa melesat seperti Bali dalam hal pariwisata. Di mana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan Gianyar dan Karanganyar sebagai dua pusat wellness center di Indonesia.

“Kalau Borobudur punya Waisak kenapa di sini tidak kita buat juga mulai dari kegiatan meditasi setiap tahunnya,” ungkap Hermawan. (Lim)

BERITA REKOMENDASI