Karanganyar Raih Peringkat Tiga Nasional STBM Berkelanjutan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kabupaten Karanganyar meraih peringkat tiga Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat nasional tahun 2018. Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek, menyerahkan penghargaan itu ke perwakilan Pemkab Karanganyar di Gedung Kemenkes Jakarta pada Kamis (18/10/2018).

Sekda Pemkab Karanganyar, Samsi menerima penghargaan itu mewakili Bupati Juliyatmono. Dikatakan Samsi, Kabupaten Karanganyar dianggap memenuhi kategori Eka Pratama, yakni salah satu pilar STBM, atau setara 100 persen warga tidak buang air besar sembarangan (BABS). Prestasi itu tak lepas dari upaya pemerintah setempat bersama stakeholdernya dalam gerakan Stop BABS dan Tunyas Akses Sanitasi Menyeluruh yang dimulai November 2017. Adapun sasarannya menumbuhkan rasa butuh terhadap sanitasi layak dan memiliki jamban sehat.

“Ini kerja bersama pemerintah, masyarakat, perusahaan dan BUMN/BUMD melalui program corporate social responsibility (CSR), serta pendampingan berkelanjutan,” kata Samsi.

Perolehan penghargaan bukan berarti kerja selesai. Justru ke depan lebih berat karena upaya mempertahankan dan menambah manfaat program. Dia menjelaskan, karakter masyarakat menjadi tantangan berat.

“Pemerintah menggarap kelompok mampu tetapi terkendala budaya dengan cara menyentuh secara psikologi. Kalau kelompok tidak mampu digarap dengan kebijakan dan alokasi dana. Kalau mengandalkan pemerintah enggak mampu. Lewat CSR, Baznas, Bank Jateng, dana desa, dan lain-lain,” kata Samsi.

Menurutnya tantangan berikutnya bukan menyelesaikan pilar kedua hingga kelima, tetapi memastikan budaya orang tidak kembali ke sebelum program stop BABS. "Harus bertahan. Jangan sampai budaya kembali ke budaya lama. Satu kecamatan sudah deklarasi lima pilar STBM, yakni Kecamatan Jumapolo. Menyusul desa lain. Berangkat dari desa dulu,” tutur dia. 

Lima pilar STBM adalah berhenti buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Samsi berharap masyarakat memiliki kesadaran mandiri dimulai dari diri sendiri di rumah masing-masing. (Lim)

BERITA REKOMENDASI