Karanganyar Siapkan Dua Hotel Untuk Karantina Covid-19

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Tim Satgas Pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Karanganyar memesan kamar isolasi mandiri di Hotel Ramada Colomadu dan Hotel Jawa Dwipa Karangpandan. Fasilitas eklusif di dua hotel berbintang itu diharapkan menyokong kesembuhan pasien.

Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono mengatakan telah mengantongi kerjasama dengan Hotel Ramada Colomadu terkait sewa kamarnya bagi para pelaku isoman. Kamar-kamar yang ditawarkan ke tamu, sebagian dipesan mulai 1 Januari 2021. Sedangkan di Hotel Jawa Dwipa, kerjasama tengah dijajaki.

Untuk tiap hotel dipesan sampai 50 kamar. Tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar melatarbelakangi penyediaan fasilitas isolasi mandiri. Terlebih, disiplin mereka selama menjalani karantina diragukan. Buktinya muncul klaster keluarga yang dipicu penularan di lingkungan warga yang terinveksi.

“Peruntukannya bagi isoman yang dinilai tidak aman jika karantina di dalam rumah. Mungkin rumahnya sempit atau jumlah anggota keluarga terlalu banyak sehingga tidak aman jika isoman menjalaninya di rumah,” katanya, Selasa (8/12).

Seluruh kebutuhan sewa kamar berikut logistik dan obat-obatan akan dicukupi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tim BNPB akan memeriksa dulu kepantasan hotel-hotel yang diusulkan, dalam menampung para isoman. Antara lain sterilisasinya dari lingkungan luar serta menyediakan nuansa menggembirakan.

Berdasarkan penelusuran Hotel Jawa Dwipa memiliki fasilitas kolam renang dan pemandangan pegunungan yang asri. Sedangkan Hotel Ramada berbintang empat menawarkan pemandangan perkotaan di wilayah urban.

“Biayanya dari pusat. Kita mengusulkannya ke BNPB,” kata pria yang juga Bupati Karanganyar ini.

Kebutuhan isolasi mandiri di tempat eklusif pernah dilakukan di awal Pandemi Covid-19. Saat itu, para tenaga kesehatan (nakes) dipesankan kamar Hotel Taman Sari. Isolasi mandiri nakes juga pernah ditempatkan di gedung BLK Karangpandan. Hanya saja saat itu dibiayai APBD kabupaten. (Lim)

BERITA REKOMENDASI