Karanganyar Targetkan 1.600 Akseptor Baru MKJP

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menargetkan 1.600 akseptor baru program keluarga berencana (KB) dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Pencapaian target diakui sulit lantaran dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Karanganyar, Agam Bintoro menyampaikan progres target itu tak sebagus pada 2019, dimana target sebanyak 1.600 akseptor tercapai 2.000 akseptor. Namun saat ini, baru tercapai 950 akseptor atau 60 persen dari target.

“Pandemi Covid-19 menurunkan minat atau juga pendampingan. Tapi kita tetap menerima permohonan dari masyarakat untuk menjadi akseptor,” katanya, Jumat (25/09/2020).

Agam mengatakan peminat KB metode MoP atau vasektomi termasuk tinggi. Apalagi, Pemkab Karanganyar memberi reward Rp1,5 juta bagi akseptornya.

“Dalam dua bulan ini sudah ada 15 yang mengantre divasektomi. Tapi empat diantaranya mundur karena hasil rekam medis menyebutkan ada penyakit penyerta. Nanti kami eksekusi Senin (5/10) di Jatipuro saat TMMD. Memang naik daun karena ada reward dari Bupati, yang mau melakukannya diberi Rp1,5 juta dan kadang ada tambahan reward lagi dari Pak Camat,” katanya.

Bagi mereka yang akan dioperasi, dilakukan rapid tes untuk memastikannya sehat. Rapid tes juga berlaku bagi akseptor KB metode MoW bagi wanita.

“Kami sosialisasikan KB bukan hanya untuk perempuan juga tapi pria juga. Ada MOW dan MOP, tapi kami fokuskan di IUD dan implan. Kami persuasi juga pakai kondom dan lainnya,” jelasnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan penggunaan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur bertujuan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. “Direncanakan yang baik, punya dua anak itu sehat. mari kita sosialisasikan utamanya keluarga yang masih muda menggunakan alat kontrasepsi,” terangnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI