Karanganyar Waspada DBD! Awal Oktober Catat 282 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar mencatat 282 kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga pekan pertama Oktober sejak Januari 2020. Dari 282 kasus tersebut, seorang meninggal dunia.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Karanganyar, Sri Winarno mengatakan sebaran kasus terbanyak di Colomadu dan Gondangrejo.

“Wilayah terbanyak kasus DBD lantaran pola mobilitas warga tinggi hingga minim kesadaran gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk,” katanya kepada KR, Rabu (4/11).

Jumlah kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Colomadu dengan total jumlah 69 kasus. Di wilayah ini pula seorang pasien kasus DBD meninggal dunia berusia dewasa. Kemudian diikuti Kecamatan Gondangrejo dengan 45 kasus dan kecamatan Jumantono sebanyak 30 kasus.

Sri Winarno membuktikan korelasi jumlah kasus dengan pola hidup sehat dan bersih. Hasil penyelidikan epidemologi di wilayah adanya kasus DBD menunjukan masih banyak ditemukan jentik nyamuk. Lebih lanjut Winarno mengatakan, musim penghujan biasanya ramai kasus DBD. Maka, disarankan meminimalisasi adanya penampungan air terbuka. Sebab, nyamuk bertelur di sana. Sisa potongan bambu juga bisa menjadi lokasi berkembang biak jentik nyamuk aides aigypti.

BERITA REKOMENDASI