Karnaval Budaya Kongres JKPI Cermin Kekayaan Budaya Nusantara

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Karnaval dalam rangkaian Kongres ke-4 sekaligus peringatan dasawarsa Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), membuka mata akan kekayaan serta keberagaman khasanah budaya Indonesia. Menempuh rute sejauh 4 kilometer dari Stadion Sriwedari hingga Beteng Vasternburg, peserta karnaval dari berbagai kota/kabupaten anggota JKPI mengetengahkan kekayaan budaya masing-masing, hingga arak-arakan ini seolah menjadi jendela budaya Indonesia.

Ini baru sebagian kecil dari kekayaan budaya Indonesia, jelas Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, sesaat menjelang karnaval Kamis (25/10) sore, sebab partisipan terbatas pada anggota JKPI. Sedangkan jumlah anggota JKPI baru 66 atau sekitar 10 persen dari total kota/kabupaten di Indonesia. Pun kekayaan budaya yang disuguhkan dalam karnaval, hanya sebagian kecil dari khasanah yang dimiliki masing-masing daerah.

Aset pusaka, baik tak tangibel

maupun intangible

, tambah pria yang akrab disapa Rudy, menjadi kekayaan tertinggi yang mesti dilestarikan dan dikembangkan. Lewat karnaval budaya seperti ini, diharapkan membuka kesadaran baru bagi masyarakat, betapa budaya menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun bangsa, sekaligus membentengi diri dari pengaruh budaya asing yang mungkin tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Bagi warga Solo, karnaval budaya Kongres JKPI sungguh menjadi tontonan menarik, setidaknya berkesempatan mengintip kekayaan budaya dari berbagai kota/kabupaten, kendati sebagian besar sebatas pada busana adat atau jenis kesenian tertentu masing-masing daerah. "Pastinya, ada yang berbeda dari karnaval serupa yang pernah digelar pada sebelumnya, yang memang sebatas menampilkan khasanah budaya Solo," ujar Dyah Palupi, salah seorang penonton.

Bahkan dia mengaku belum pernah mengenal nama beberapa daerah peserta karnaval, seperti Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Muna, dan sebagainya. Rasanya belum pernah mendengar nama daerah itu, ujar Dyah, dan ternyata memiliki kekayaan budaya luar biasa dan indah. Hal serupa juga dirasakan sejumlah penonton lain, hingga merasa memperoleh pengetahuan baru.

Kongres ke-4 sekaligus peringatan dasawarsa JKPI yang berlangsung di Solo selama empat hari sejak Rabu (24/10) malam, beragendakan sejumlah acara, diantaranya karnaval budaya, simposium, gelar dan pameran budaya, master class di 27 Sekolah menengah Pertama (SMP), city tour, selain pula acara utama berupa kongres yang dilangsungkan di nDalem Djojokusuman. Tercatat pula 7 kota/kabupaten ikut bergabung menjadi anggota baru JKPI, masing-masing Kabupaten Nias Selatan, Sumba Timur, Lembata, Pematang Siantar, Sumenep, Kabupaten Badung, dan Kota Gresik. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI