Kasus Corona Tinggi, Pasokan Obat dan Tabung Oksigen Tersendat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pasokan obat dan tabung oksigen untuk penanganan kasus virus Corona mengalami masalah tersendat distribusi. Hal itu disebabkan karena beberapa faktor salah satunya tingginya permintaan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo turun melalukan pemantauan dan berusaha mempercepat distribusi agar tidak terjadi kelangkaan dan berdampak terjadinya masalah lebih besar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (17/7) mengatakan, tingginya kasus positif virus corona berdampak pada peningkatan kebutuhan obat seperti obat anti virus, antibiotik dan obat batuk. Stok dipasaran terbatas juga disebabkan karena tersendatnya distribusi dari distributor ke fasilitas kesehatan. Kondisi sama juga terjadi di puskesmas, rumah sakit dan klinik kesehatan.

Tersendatnya distribusi hingga mengakibatkan kelangkaan barang dipasaran disebabkan beberapa faktor. Salah satunya tingginya permintaan dipasaran. Faktor penting lainnya karena kelangkaan pasokan dari suplier disebabkan setelah pemerintah pusat menentukan harga eceran tertinggi (HET) obat obatan untuk penanganan kasus virus Corona beberapa waktu lalu.

Pengiriman obat dilakukan suplier tersendat juga terjadi di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dan klinik kesehatan. Yunia menduga, penentuan HET ini justru menjadi masalah pada distribusi obat di lapangan.

“Kami tidak tahu persis masalahnya seperti apa hingga menyebabkan pengiriman obat ke fasilitas kesehatan terkendala,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo menyerahkan masalah tersebut pada pemerintah karena menjadi kewenangan pusat. Sebab pemerintah daerah hanya mengikuti kebijakan saja. Harapannya masalah segera teratasi mengingat tingginya kebutuhan obat untuk penanganan kasus virus Corona.

Namun demikian, Yunia mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo tetap melakukan pengawasan di lapangan. Sebab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga terus melakukan penanganan kasus virus Corona.

“Masalah di lapangan sudah kami laporkan ke pemerintah provinsi dan pusat. Harapannya segera ada evaluasi kebijakan dan distribusi obat segera lancar,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI