Kasus Narkoba di Solo Menonjol, Stake Holder Perlu Bersinergi

SOLO, KR JOGJA.com -Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solo Nanang Gunaryanto SH MH, Walikota Solo F X Hadi Rudyatmo dan Kapolresta Solo Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., M.Si , Dandim 0735/ Solo Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji secara bersama-sama memusnahkan barang bukti (BB) ratusan gram narkoba jenis sabu, puluhan pil ekstasi serta ratusan gram ganja kering di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Kamis (26/11/2020).

Kajari Solo Nanang Gunaryanto menegaskan perkara narkotika dan zat adiktif di wilayah hukum kota Solo cukup menonjol. Untuk menghadapinya perlu dilakukan sinergitas dan kerja yang sungguh-sungguh antar semua pemangku kepentingan dan juga masyarakat dalam upaya pemberantasan penyalah gunaan narkotika di tengah masyarakat terutama generasi muda
yang dijadikan target pasar sindikat narkoba.

Dalam kesempatan itu dilakukan pemusnahan barang bukti (BB) dari 108 perkara , sebagian besar perkara narkoba dan zat adiktif serta perkara pidana lainnya terdiri perkara narkotika 105 perkara, pengeroyokan satu perkara, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) satu perkara, Undang-Undang (UU) Kesehatan satu perkara. Sementara BB yang dimusnahkan dirinci narkotika jenis shabu-shabu sebanyak 256,77 gram, pil ekstasi sebanyak 4,5 butir, pil psikotropika tiga butir, ganja kering seberat 113,05 gram dan
velg chamlet Rik Lona satu butir.
Sementara timbangan digital dimusnahkan15 unit , alat bong, aluminium foil 25 buah serta handphone 59 unit.

Menurut Kajari Nanang Gunaryanto narkoba sudah masuk kategori extra ordinary crime, silent killer, pembunuh tak berwajah tapi mematikan. ” Untuk itulah kita bersinergi forum komunikasi pimpinan daerah Solo saling bersinergi untuk membersihkan kota Solo dari pengaruh narkoba,” katanya.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI