Kasus Stunting di Karanganyar Menurun

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Angka stunting atau kekerdilan di Kabupaten Karanganyar sebanyak 7,6 persen dari 12 ribu anak balita pada 2019. Jumlah ini menurun secara signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Cucuk Heru Kusumo mengatakan progres penurunan stunting terus membaik. Pada 2017 sebanyak 22 persen sedangkan 2018 menjadi 12 persen. 

"Kami terus berupaya memperbaiki gizi ibu hamil dan perempuan saat remaja. Sosialisasi pemberian vitamin penambah darah salah satunya," katanya.

Pemkab Karanganyar terus memberikan pemahaman terhadap calon ibu untuk memperhatikan asupan gizi pada anak yang dikandung. Sehingga, bayi yang dilahirkan tidak berpotensi mengalami stunting. Cara ini bukannya tanpa kendala karena kemampuan ibu berlainan dalam mengonsumsi makanan bergizi.

“Stunting ini sebenarnya tidak lepas dari akibat bentuk pelayanan. Kami memberikan pelayanan dengan konseling dan pemahaman terhadap ibu hamil. Soalnya kalau sudah lahir nanti sudah terlambat. Kami bahkan mulai intervensi sejak remaja agar memperhatikan kondisi bayi saat hamil. Sehingga angka stunting bisa terus ditekan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung selama empat tahun terakhir. Kerja sama tersebut meliputi pengecekan spesimen bayi baru lahir untuk mengetahui adanya potensi stunting. Meskipun begitu, Cucuk mengakui pengambilan sampel darah belum maksimal karena hanya meliputi 10 persen dari total angka kelahiran.

“Kami juga melakukan pengecekan dengan mengirim sampel darah anak yang baru lahir. Nanti kami bisa mengetahui apakah bayi-bayi tersebut ada potensi stunting. Jadi kami segera bisa melakukan intervensi. Sekarang belum semua karena baru prioritas daerah tertentu saja. Semoga kedepannya bisa menyeluruh,” imbuh dia.

Cucuk mengatakan Kampanye ke setiap sekolah tersebut dilakukan secara rutin dan terjadwal dan diterapkan setiap puskesmas di 17 kecamatan sebagai lembaga terdepan dalam penanganan kesehatan.

Lanjut Cucuk, Kecamatan Ngargoyoso masuk dalam salah satu wilayah yang tinggi kasus stunting atau gagal tumbuh, hal itu disebabkan faktor alam yang berada di kawasan pegunungan dengan kadar yodium rendah.

"Wilayah yang masih tinggi itu di wilayah Karanganyar bagian timur, salah satunya Ngargoyoso, karena memang di wilayah dataran tinggi, kadar yodiumnya rendah," terangnya.

Cucuk mengatakan terdapat perlakuan khusus bagi wilayah tersebut, seperti pendampingan secara intensif dan penerapan penggunaan garam yodium. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI