Kasus Stunting di Wonogiri Ternyata Terendah Ketiga Se-Jateng

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Kepala Pusat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, Sabtu (2/4/2022), mengunjungi Kabupaten Wonogiri. Bersama anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Kepala BKKBN melihat program penanganan stunting di Wonogiri yang dinilai berhasil karena menjadi yang terendah ke tiga se-Jawa Tengah setelah Grobogan dan Kota Magelang.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyebutkan angka penderita stunting atau gizi buruk di daerahnya menurun secara signifikan dalam lima tahun ini. Tahun 2017-2018 lalu stunting Wonogiri masih 24%. Sekarang sudah turun menjadi 14% atau sekitar 4.000 anak.

“Prosentase capaian itu menempati peringkat ke tiga terendah se-Jateng,” kata pria yang akrab disapa Jekek, usai menggelar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Percepatan Penurunan Stunting di pendapa Rumdin Bupati Wonogiri.

Di depan Kepala Pusat BKKBN dan lageslator Senayan, bupati menargetkan zero stunting atau prosentase stunting turun hingga nol persen pada 2024 mendatang. Langkahnya, dengan membentuk tim pendampingan masyarakat, tim pendampingan keluarga, tim pendampingan calon pengantin, pembentukan ruang edukasi, kolaborasi desa dan kelurahan, hingga pemanfaatan pekarangan untuk pemenuhan protein nabati.

BERITA REKOMENDASI