Kebutuhan Bawang Putih Sukoharjo Bergantung Pasokan Luar Daerah

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Kebutuhan bawang putih di Sukoharjo bergantung pasokan dari luar daerah. Sebab tidak banyak petani lokal menanam bawang putih dan tetap memilih tanam padi. Naiknya harga bawang putih diharapkan bisa diatasi pemerintah dengan menambah pasokan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Senin (15/5) mengatakan, jumlah petani lokal Sukoharjo yang menanam bawang putih maupun bawang merah sangat sedikit. Mereka menanam hanya sebagai selingan saja dan bukan tanaman pokok.

Petani di Sukoharo lebih memilih menanam padi karena memiliki nilai keuntungan tinggi dan sudah menjadi kebiasaan. Selain itu tanaman bawang merah dan bawang putih kurang menarik bagi petani.
“Sebaran petani Sukoharjo yang menanam bawang putih sangat sedikit. Kalaupun ada jumlahnya hanya beberapa saja, mayoritas tanam padi,” ujar Netty Harjianti.

Minimnya petani Sukoharjo yang menanam bawang putih berdampak pada kurangnya pemenuhan dipasaran. Padahal kebutuhan sekarang sangat tinggi. Akibatnya terjadi kenaikan harga dari sebelumnya pada kisaran Rp 35 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

Untuk menekan kenaikan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat maka Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo berharap penuh pada pemerintah. Salah satunya melalui kiriman pasokan agar tidak terjadi kelangkaan dan keseimbangan kebutuhan. “Kalau stok barangn melimpah maka harga bisa turun dan pemenuhan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” lanjutnya.

Selama ini kebutuhan bawang putih maupun bawang merah di Sukoharjo dipasok dari luar daerah. Seperti Brebes, Pemalang, Wonosobo, Boyolali dan Karanganyar. Barang tersebut dikirim langsung dari petani setempat.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, kondisi stok bawang putih terbatas dan harga mengalami kenaikan signifikan hingga Rp 60 ribu per kilogram. Pedagang disejumlah pasar tradisional biasanya mendapatkan kiriman barang dari pengepul dan petani.

“Kenaikan harga bawang putih tidak hanya di Sukoharjo saja tapi hampir disemua daerah. Butuh pasokan lebih agar harga bisa kembali turun,” ujar Sutarmo.

Sutarmo mencontohkan, bawang putih yang dijual pedagang di Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo sangat jarang disuplai dari petani lokal Sukoharjo. Bawang putih justru dipasok dari petani luar daerah seperti terdekat yakni Boyolali dan Karanganyar.

“Pemenuhan kebutuhan bawang putih beda dengan beras. Kalau bawang putih harus didatangkan dari luar daerah karena jarang petani Sukoharjo tanam bawang putih. Beda dengan beras kaena banyak petani Sukoharjo tanam padi hingga stok melimpah,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI