Kebutuhan Pembebasan Tapak Waduk Jlantah Rp 65 Miliar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satuan Kerja (Satker) pembangunan Waduk Gondang di Jatiyoso menyiapkan ongkos pembebasan 80 bidang tanah privat untuk tapak bendungan senilai Rp 65 miliar. Pemilik lahan di Desa Tlobo diklaim telah menyetujui tawaran ganti untung. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan II BBWSBS, Arif Gunawan mengatakan 80 bidang tersebut akan menjadi area utama bendungan. Oleh satker pengelola kompensasi, masyarakat pemilik lahan telah disosialisasi terkait tawaran ganti untung. Ditarget pembebasannya dibayar lunas pada tahun ini. 
"Total dibutuhkan 105 bidang. Nah, pada 2019 yang sudah dibayarkan 60 bidang senilai Rp 80 miliar. Sisanya pada tahun ini," kata Arif kepada wartawan saat kunjungan Bupati Juliyatmono ke lokasi proyek.

Terkait pembangunan waduk, Arif mengatakan progresnya bagus. Diprediksi, waduk selesai dibangun pada Desember tahun 2022. Saat ini sedang dikerjakan pengembalian alur Sungai Jlantah ke terowongan Spill Way. Ia memastikan tak ada yang dirugikan dalam pengalihan alur sungai. 

"Airnya kan tidak ada yang dimatikan, hanya mengalihkan supaya bendungan lancar dan tidak terganggu alur sungai. Air masih bisa dimanfaatkan masyarakat. Tidak ada yang dirugikan. Terowongan tembusnya alur lama sungai. Tidak mengganggu irigasi," katanya. 

Sementara itu terkait pembangunan Waduk Gondang di Kecamatan Kerjo, Arif mengatakan spill way telah terendam. Artinya siap difungsikan untuk irigasi. Hanya saja masih memerlukan infrastruktur pengolah air baku. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan tahap I pembebasan tanah beres. Ia mengapresiasi satuan kerja yang merencana secara matang problem sosial itu.  "Saya melihat progresnya lebih cepat dibanding Waduk Gondang. Kekurangan yang belum dibayar ke warga, diselesaikan tahun ini," katanya. 

Juliyatmono menanti efek berantai Waduk Jlantah bagi pariwisata dan perdagangan. Ia meyakini polanya sama seperti Waduk Gondang, yakni ramai dikunjungi wisatawa selama liburan. 

"Warga di Tlobo, sebagian telah menerima ganti untung. Itu bisa untuk modal meramaikan Waduk Gondang. UMKM nya tumbuh," katanya.(Lim)
 

BERITA REKOMENDASI