Kecelakaan, Dua Nyawa Melayang

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Kecelakaan lalu lintas di Colomadu dan Jumapolo mengakibatkan tiga pengendara sepeda motor meninggal dunia. Lagi-lagi, sikap tidak patuh aturan berlalu lintas memicu tabrakan tersebut.

Di Jumapolo, seorang manula asal Dusun Badran Rt 03/Rw IX Desa Sedayu, Siman (70) meregang nyawa saat keluar dari rumahnya menuju jalan raya Karanganyar-Jumapolo, Sabtu (5/11/2016) pukul 10.30 WIB. Sepeda motor Honda Supra AD 4496 DP yang dikendarainya dihantam dari samping oleh sepeda motor Yamaha Vega AD 3897 FT yang dikendarai Suprapto (28) asal Dusun Puluhan Rt 03/Rw XI Desa Sedayu, Jumantono. Korban diduga tidak memperhatikan situasi jalan begitu keluar dari pekarangan rumahnya sehingga tak menyadari datangnya sepeda motor berkecepatan tinggi dari arah timur. Pengendara Yamaha Vega sulit gagal menghindari sepeda motor korban sampai menabraknya. Keduanya terpental ke aspal.

“Dua-duanya mengalami luka. Tak berapa lama, Siman meninggal dunia,” kata Kanit Laka Ipda Maryadi kepada KRjogja.com, Minggu (6/11/2016).

Sejumlah saksi dan analisa tempat kejadian perkara (TKP) masih dihimpun. Penyidik belum menentukan tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas ini.

Pada Jumat (5/11/2016) dini hari, kecelakaan lalu lintas di Colomadu merenggut nyawa dua orang di Jalan Colomadu-Ngasem tepatnya depan RS AURI. Dua sepeda motor terlibat, yakni Suzuki Satria AD 2423 CW dengan Yamaha Mio AD 3655 ZZ. Kecelakaan bermula saat Suzuki Satria yang dikendarai Ahmad Salim (40) bersama seorang temannya melaju dari arah Colomadu menuju Ngasem. Sementara dari arah berlawanan melaju Yamaha Mio yang dikemudikan Yogi Dwi Prasetyo (26). Yogi memboncengkan dua temannya yakni Mahendra Ageng Santo (27) dan Dwiki Arief Widiyamotko (17).

Sesampainya di lokasi, sepeda motor Suzuki Satria ditabrak pengendara Yamaha Mio tanpa menyalakan lampu depan. Selain itu, tiga kawanan itu melaju terlalu kekanan. Dua kendaraan saling beradu muka dengan keras mengakibatkann pengendara Yamaha Mio, yakni Yogi Dwi Prasetyo tewas di lokasi kejadian. Warga Dusun Senden RT 5 RW 5 Desa Tohudan, Colomadu itu luka di bagian kepala. Sedangkan dua pembonceng lainnya luka berat dan luka ringan. Pengendara Suzuki Satria, Ahmad Salim, warga Dibal RT 3 RW 3 Desa/Kecamatan Ngemplak, Boyolali meninggal setelah sempat dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo. Sementara pemboncengnya yang tak diketahui identitasnya hanya luka ringan.

”Kecelakaan terjadi karena pengendara sepeda motor Mio melaju terlalu ke kanan. Selain itu lampu depan mati. Pengedara Mio dan dua pembonceng tak memakai helm," kata Kanitlaka. (R-10)

BERITA REKOMENDASI