Kejari Endus Monopoli Pengadaan Komputer Desa

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen masih mendalami kasus dugaan monopoli pengadaan komputer desa dan tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB). Bahkan kasus pengadaan komputer yang dianggarkan Rp 20 juta/unit/desa ini sudah terendus sejak setahun lalu.

Kasi Intel Kejari Sragen, Adi Nugraha Selasa (16/1) mengatakan, pihaknya telah mendengar dugaan ketidaksesuaian RAB dalam pengadaan komputer ini. Namun demikian, sejauh ini belum ada laporan resmi. "Kami memang sudah mendengar kasus itu, tapi kalau ada yang resmi melaporkan malah lebih bagus," ujarnya. 

Menurut Adi, pihaknya berencana terjun ke lapangan untuk mengumpulkan bahan keterangan serta melihat langsung kondisi di lapangan, seperti apa komputernya. "Kami kumpulkan data dulu terkait dugaan tersebut. Nanti dilihat apakah benar ada penyimpangan atau tidak," jelasnya. 

Sementara, Kasi Pengembangan Sistem Informasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sragen, Istiarto menjelaskan, dalam pengadaan komputer di 196 desa ini tidak ada pengarahan dari dinas untuk membeli komputer di satu toko saja. "Untuk pembelian komputer diserahkan ke masing-masing desa. Kami hanya menentukan speknya tanpa menyebut merek," tandasnya.

Informasi di lapangan, pengadaan komputer di 196 desa terindikasi sengaja diarahkan ke salah satu toko pengadaan barang. Selain itu, muncul informasi bahwa komputer yang sampai di desa tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Pengadaan komputer tersebut dilakukan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sragen dengan total anggaran mencapai Rp 3,9 miliar.

Anggaran tersebut diserahkan melalui dana desa (DD) dimana masing-masing desa mendapatkan dana Rp 20 juta. Pengadaan komputer yang dianggarkan pada 2017 ini merupakan salah satu program pengembangan informasi desa. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI