Kejari Sukoharjo Didesak Tuntut Hukuman Mati Pembunuh Satu Keluarga di Baki

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Keluarga korban kasus pembunuhan satu keluarga warga Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo menyampaikan aspirasi pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamis (14/1). Keluarga korban meminta terdakwa pembunuhan Henry Taryatmo (41) warga Kecamatan Baki dituntut dengan hukuman maksimal, yakni hukuman mati.

Keluarga korban kasus pembunuhan satu keluarga warga Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki mendatangi kantor Kejari Sukoharjo dengan membawa sejumlah poster seperti berbunyi nyawa dibayar nyawa, pembunuh harus mati, manusia biadab tak pantas hidup. Pihak Kejari Sukoharjo mempersilahkan perwakilan keluarga korban pembunuhan untuk masuk dan menyampaikan aspirasinya.

Kuasa Hukum Keluarga Korban Pembunuhan Satu Keluarga asal Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Suparno, mengatakan, keluarga korban pembunuhan satu keluarga warga Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki ini memiliki inisiatif ingin menyampaikan aspirasi kepada JPU dengan mendatangi kantor Kejari Sukoharjo. Pada kesempatan itu juga dihadiri sejumlah teman korban.

Aspirasi pihak keluarga dan teman korban berkaitan dengan rasa tidak terima atas kasus pembunuhan tersebut. Penyampaian dilakukan sesuai mekanisme hukum berlaku. Harapannya aspirasi tersebut bisa didengar aparat penegak hukum di Kejari Sukoharjo.

“Sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimungkinkan terdakwa pembunuhan mendapat hukuman mati. Aspirasi ini yang disampaikan keluarga dan teman almarhum korban disampaikan pada JPU dengan mendatangi Kejari Sukoharjo,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI