Kejari Tepis Tersangka AF Pesanan Politik

SRAGEN, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen menepis tudingan penetapan tersangka terhadap mantan Bupati Agus Fatchurrahman (AF) bermuatan politis. Penetapan tersangka Bupati Sragen periode 2011-2016 dalam kasus korupsi kas daerah (Kasda) itu diklaim sudah dilakukan sesuai prosedur.

Kajari Sragen, Muh Sumartono kepada wartawan Jumat (14/12/2018) mengatakan, runtutan penyelidikan kasus ini sudah dilakukan melalui prosedur yang benar. "Dilihat dari runtutannya, awal bulan Juli penyelidikan, lalu 11 Juli ditelaah dan penyidikan 25 September. Setelah itu 5 Desember penetapan tersangka," ujarnya.

Sumartono mengungkapkan, penanganan kasus lanjutan kas daerah (Kasda) 2003-2011 ini dimulai dari penyelidikan berdasarkan laporan LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati pada 2 Juli 2018 silam. Pihaknya juga telah menelaah laporan BPK atas jawaban surat Sekda Sragen mengenai uang Rp 604 Juta dari sisa pengembalian pencairan deposito Kasda di BPR Joko Tingkir yang belum bisa dipertanggungjawaban.

Kajari menguraikan, dari bukti-bukti dan keterangan ahli, tim berpendapat ada perbuatan melanggar hukum yang dilakukan AF, yakni melanggar Pasal 192 UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Di mana kepala daerah tidak boleh mengeluarkan keuangan di luar yang diatur dalam APBN maupun APBD.

Pencairan keseluruhan deposito di BPR Djoko Tingkir itu, jelas Sumartono, untuk menutup pinjaman atas nama Kushardjono (Sekda) dan Sri Wahyuni (DPPKAD) untuk keperluan terpidana Untung Wiyono. Pencairan itu yang dinilai tidak sesuai dengan Pasal 192 UU 32/2004.

Dari bukti-bukti yang diperoleh, pinjaman itu atas nama pribadi Kushardjono dan Sri Wahyuni sehingga mestinya Rp 11 miliar lebih itu menjadi tanggungan Kushardjono. Menurut Kajari, pencairan itu kemudian mengakibatkan kerugian negara.

Lantas proses pengembalian yang dilakukan terpidana Untung Wiyono dan Sri Wahyuni, baru kembali Rp 11,5 Miliar dan masih ada sisa Rp 604 Juta yang belum ada penanggungjawabnya. "Dari Rp 604 juta kekurangan itu, kemudian ditemukan catatan-catatan enam bilyet kasbon dari saudara AF ke Kushardjono sejumlah total Rp 376,5 Juta. Hampir mirip dengan pengembalian AF Rp 366 Juta," tambahnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI