Kekeringan Meluas, Permintaan Droping Air Meningkat

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Krisis air bersih di Kabupaten Sragen seiring datangnya musim kemarau semakin meluas. Permintaan droping air yang terus meningkat dari berbagai desa membuat pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat terpaksa mengerahkan semua armadanya.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Sragen, Supardi Senin (19/8) mengatakan, sejauh ini sudah lebih dari 200 tangki yang telah digelontorkan untuk droping. Setiap hari, 4 armada milik PDAM dikerahkan untuk droping. "Bahkan sehari bisa 3 kali kirim bolak balik untuk satu armada," ujarnya.
Menurut Supardi, memasuki bulan Agustus ini permintaan droping memang cukup banyak. Hal itu dikarenakan intensitas kekeringan di beberapa desa memang mulai meningkat. Aliran bantuan droping juga makin banyak. Baik dari Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD), pihak ketiga, dan juga ada dari CSR lain.

Supardi menuturkan, semua permintaan droping selama ini masuknya ke BPBD. Nanti penyaluran dan jadwalnya tinggal berkoordinasi dengan PDAM selaku penyedia air. Sejauh ini, permintaan air untuk bantuan droping juga datang dari banyak komunitas. "Sekarang lebih cepat karena sudah ada tandon-tandon air yang kemarin dibantu dari bupati dan BPBD. Jadi pengiriman lebih cepat. Begitu sampai tinggal ditaruh ke tandon, nanti warga mengambil di tandon," terangnya.

Meski ada lonjakan permintaan droping, Supardi memandang kekeringan tahun ini belum terbilang darurat atau parah. Menurutnya masyarakat di wilayah kekerintan relatif masih terkondisikan oleh droping. "Belum begitu panik atau darurat banget. Sekarang droping juga lebih cepat jadi kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI