Kekurangan Murid, 4 SD di Sragen Ditutup

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sedikitnya empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Sragen terpaksa ditutup pada tahun ajaran ini karena kekurangan murid. Empat sekolah yang kesemuanya berada di daerah pinggiran itu tidak mendapatkan satupun siswa baru pada tahun ajaran baru ini. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen akan memindahkan siswa yang tersisa di empat sekolah tersebut ke sekolah lain yang jaraknya paling dekat. Kabid Pembinaan SD Disdikbud Sragen, Hadi Sutopo Rabu (7/8/2019) mengatakan, empat SD itu memang tidak mendapat siswa baru karena tidak ada anak usia SD di lingkungan sekolah setempat. Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, empat SD itu bahkan tidak membuka pendaftaran.  

Menurut Hadi, keempat SD tersebut yakni SDN 1 Sidoharjo di Kecamatan Sidoharjo, SDN 2 Jetiskarangpung di Kecamatan Kalijambe, SDN 2 Bagor di Kecamatan Miri, dan SDN 3 Gesi di Kecamatan Gesi, Sragen. Surat Keputusan (SK) regrouping sekolah-sekolah tersebut akan diterbitkan tahun ini. 

Siswa dari SDN 1 Sidoharjo digabung ke SDN 2 Sidoharjo. Siswa dari SDN 2 Jetiskarangpung digabung ke SDN 1 Jetiskarangpung. Demikian pula siswa SDN 2 Bagor digabung ke SDN 1 Bagor. Siswa SDN 3 Gesi dipindah ke SDN 2 Gesi. "Guru-gurunya nanti ditempatkan di sekolah lain karena selama ini kami kekurangan guru SD," jelasnya.  

Hadi menyampaikan kebijakan regrouping untuk SDN 3 Gesi itu sebenarnya hendak dilakukan pada 2018 lalu tetapi ada penolakan dari warga setempat. Tapi kemudian masyarakat diberi pengertian adanya ketentuan bila jumlah siswa SD kurang dari 50 orang tidak akan diberi bantuan operasional sekolah (BOS). 

Jika aturan diberlakukan, seluruh operasional sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 50 anak harus ditanggung masyarakat. Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, kata Hadi, akhirnya warga bisa menerima kebijakan regrouping.(Sam)

BERITA REKOMENDASI