Kelembagaan Taman Pendidikan Alquran Ditata

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar kejar target menata kelembagaan 1.300 taman pendidikan alquran (TPQ) di wilayahnya. Penataan itu meliputi materi belajar mengajar dan organisasi.

“Tahun lalu kita sudah mulai. Namun belum selesai. Dilanjutkan tahun ini. Penataan itu terkait PP RI No 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Semua bentuk kegiatan belajar mengajar keagamaan formal maupun informal, dalam hal ini TPQ harus menerapkan education managemen information system (Emis). Di Karanganyar diperkirakan ada 1.300 TPQ yang akan didampingi,” kata Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Mustain Ahmad kepada KRJOGJA.com, Selasa (27/02/2018).

Pendampingan itu diawali pengumpulan penanggungjawab TPQ tiap kecamatan untuk diberi pengarahan. Kemenag butuh mengetahui durasi belajar, jumlah peserta didik rombongan belajar, hingga kualifikasi pengajar.

Selain itu, TPQ yang dibinanya perlu didaftarkan secara kelembagaan supaya mudah diberi program maupun bantuan. Pada tahun lalu, pendampingan pada belasan TPQ diikuti bantuan operasional masing-masing Rp 15 juta. Berdasarkan mekanisme pemberian bantuan, TPQ diminta menyusun kegaiatan serta pelaporan sistematis.

“Alhamdulilah sesuai harapan. Meski begitu terdapat masih banyak TPQ di luar yang belum terjangkau pendampingan. Kita akan terus bergerak secara bertahap,” katanya.

Ditanya ihwal bantuan operasional, Mustain mengatakan terbuka kesempatan satu TPQ memperolehnya lagi meski sudah pernah pada tahun sebelumnya. Mustain menyanggah aturan pemerintah dalam mendampingi TPQ menghambat belajar siswa. Justru pemerintah memberi ruang lebih leluasa melalui anggaran operasional dan membantunya lebih berkembang melalui bantuan tersebut.

“Nantinya TPQ akan teregister dan mendapatkan nomor statistik terstandar. Ini yang mendasari kami mengajukan proposal bantuan operasional kelembagaan pendidikan non formal khusus baca tulis alquran,” pungkasnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI