Kemarau Panjang Untungkan Petani Semangka

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Petani semangka di Sukoharjo melakukan panen raya dengan hasil melimpah. Banyaknya stok sempat berpengaruh pada merosotnya harga jual meski akhirnya kembali normal. Keuntungan petani juga tidak lepas dari panjangnya musim kemarau.

Petani semangka asal Desa Geneng, Kecamatan Gatak Sularjo, Selasa (19/11) mengatakan, hasil panen semangka pada tahun ini lebih banyak dan menguntungkan dibanding sebelumnya. Penyebabnya karena panjangnya musim kemarau. Cuaca panas membuat produksi tanaman meningkat dengan hasil buah maksimal.

Petani semangka bahkan bisa melakukan dua kali tanam dan panen sejak pertengahan tahun lalu. Kondisi tersebut membuat keuntungan yang didapat melimpah. Selain itu hasil panen juga mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan dikirim ke luar daerah.

“Petani semangka tahun ini bisa panen maksimal dan keuntungan lebih besar dibanding tahun lalu. Itu terjadi karena kemarau panjang,” ujarnya.

Sularjo mengatakan, petani semangka awalnya melakukan tanam pada sekitar Maret – April lalu dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan buah segar saat puasa dan Lebaran Mei – Juni. Pola tanam saat itu dilakukan karena kondisi cuaca mendukung. Sebab curah hujan sudah mengalami penurunan.

Hasil panen yang didapat saat musim tanam tersebut sangat melimpah dan menguntungkan. Kondisi cuaca panas akibat kemarau membuat petani kemudian kembali melakukan tanam semangka untuk kali kedua. Pilihan tersebut dilakukan dengan harapan dapat kembali panen maksimal.

“Pada pola tanam kedua ini sebenarnya petani seakan berjudi karena memang belum pernah melakukan. Sebab biasanya memasuki Agustus – September sudah hujan tapi sekarang hinga November masih panas kemarau,” lanjutnya.

Hasil panen yang melimpah dalam dua kali tanam membuat stok buah segar melimpah. Akibatnya harga semangka panen sempat anjlok hingga Rp 4.000 per kilogram. Padahal idealnya harga mencapai Rp 7.000 per kilogram. Merosotnya harga tersebut hanya terjadi beberapa saat dan kembali naik.

“Permintaan pembeli semakin banyak karena cuaca panas dan harga jual kembali naik normal kembali,” lanjutnya.

Semangka hasil panen petani dikirim kesejumlah daerah untuk mempercepat penjualan. Penjualan tersebut seperti ke Kota Solo hingga ke Ngawi, Jawa Timur.

Petani semangka asal Desa Kudu, Kecamatan Baki Warno mengatakan, panen semangka sudah dibeli semua oleh pengepul dari Jawa Timur. Mereka datang sejak pertengahan tanam dan memborong semua hasil panen.

“Petani semangka pada tahun ini lebih besar meningkati keuntungan karena dampak kemarau panjang,” ujarnya.

Warno mengatakan, sebagai petani semangka pernah mengalami kerugian besar sekitar tahun 2015-2016 lalu. Sebab saat masih tanam dan diperkirakan cuaca panas namun yang terjadi justru sering turun hujan. Akibatanya bibit tanaman semangka menjadi mati dan terpaksa mengganti ulang.

“Bahkan saat buah semangka sudah keluar dan tinggal menunggu tumbuh besar lahan terendam banjir dan buah menjadi busuk,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI