Kemarau Tidak Pengaruhi Pertanian di Sragen

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Kemarau panjang tahun ini diprediksi tidak akan mempengaruhi produksi tanaman pangan di Kabupaten Sragen. Selain sudah diantisipasi, para petani setempat juga telah terbiasa mengatasi kekurangan pasokan air dengan pemasangan sumur air dalam. 

Pembuatan sumur air dalam sudah dilakukan sebagai antisipasi sawah tadah hujan yang terbiasa kekurangan air saat musim kemarau. Selama musim kemarau ini, setidaknya 5.000 hektare areal pertanian tidak bisa ditanami karena ketiadaan sumber air.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sragen, M Djazairi Selasa (12/9) mengatakan, di sejumlah lahan yang selama ini ditanami tanaman pangan, para petani sudah mengantisipasi terkait minimnya ketersediaan air, dengan membuat sumur dalam. "Kalau tidak ada sumber air, para petani juga tidak berani menanam," ujarnya. 

Menurut Djazairi, petani di Sragen selama ini melakukan pola tanam tidak berdasarkan hujan tapi pertimbangan faktor ketersediaan air. Misalnya para petani di Kecamatan Tanon, tetap banyak yang menanam padi dan sumber airnya dari air tanah dengan menyedot pakai pompa.

Djazairi yakin musim kemarau ini tidak ada pengaruhnya pada produksi pertanian karena petani sudah menghitung semuanya. Untuk petani yang tidak ada air, mereka pasti tidak akan menanam padi dan memilih tanaman lain seperti palawija. Salah satu jenis palawija yang banyak dipilih adalah jagung, yang bisa hidup meski pasokan air kurang. 

Musim kemarau juga lebih sedikit serangan hama. Kalaupun ada hama, spot-spot yang terkena masih terkendali. Atas pertimbangan tersebut, produksi pertanian di Sragen diperkirakan tidak akan berkurang signifikan meski musim kamarau. Sragen sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, tetap akan terjaga. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI