Kembangkan Ekonomi, Ada Wacana Indonesia Dibagi 3 Poros Wilayah

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan ekonomi, Indonesia Raya Incorporated (IRI) mengusulkan Indonesia dibagi dalam 3 poros wilayah ekonomi yang disebut Poros Ekonomi Indonesia (PEI). Ketiga poros ekonom itu adalah Poros Ekonomi Indonesia Barat yang meliputi Kepri, Sumatera, Jawa bagian Barat, kemudian Poros Ekonomi Indonesia Tengah  Kalimantan, Jateng sampai NTT) dan Poros Ekonomi Indonesia Timur (Sulawesi , Maluku sampai Papua).

Kriteria penentuan poros ekonomi adalah kekuatan ekonomi di suatu wilayah. Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro dalam Focus Group Discussion “Poros Ekonomi Indonesia Tengah (PEIT) Untuk Kemakmuran Seluruh Rakyat Indonesia" di LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin sore (29/5).

FGD yang dimoderatori Dr Y Sri Susilo MSi (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) juga menampilkan pembicara Prof Dr Ir Darsono MSi (Wakil Rektor 3 UNS). Keduanya disebut sebagai tim ahli ekonomi Indonesia Raya Incorporated (IRI) yang digagas Putut Prabantoro.

Menurut Putut, dengan pembagian tiga poros wilayah ekonomi diharapkan ada skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan ekonomi di masing-masing wilayah. Dengan demikian, tidak ada daerah yang tertinggal dalam pembangunan. 
Pembagian poros berdasarkan potensi ekonomi yang meliputi sumberdaya alam, penduduk, finansial, posisi geografis, infrastruktur, jalur telekomunikasi dan political will.

 U9ntuk mewujudkan Poros Ekonomi Indonesia Tengah (PEIT) yang diawali dengan membangun PLTD dan PLTG di Kalimantan sebagai buffer. Skala pembangunan PLTG harus semakin besar mengingat sebagian besar BBM saat ini berasal dari impor, sedangkan sumber gas di Kalimantan masih sangat besar. PLTG ini akan menjadi “jalan pembuka” atau “pecah telor” sebelum PLTU Mulut Tambang dan PLTA terwujud yang nantinya akan menjadi sumber energi listrik  di seluruh Wilayah Ekonomi Indonesia Tengah.

Prof Darsono mengingatkan Indonesia memiliki daya dukung sumber energi pada fase emas yang segera harus diselamatkan untuk kemakmuran. Dan IRI dinilai menjadi alternatif yang prospektif dengan semangat gotong royong secars vertikal dan horisontal.-(Qom)

 

UNS

BERITA REKOMENDASI