Kembangkan Sumber Daya, 5 Desa Terima LPTP Award

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Penggerak usaha asal lima desa di Jawa Tengah memperoleh penghargaan Yayasan Pengembangan Teknologi Perdesaan (LPTP). Mereka berhasil mengaplikasi teknologi untuk memaksimalkan sumber daya alam yang terbatas di desanya. 

"Kita membangun prototipe di LPTP. Namun progresnya lambat, sehingga membangun industri di desa berbasis pangan dan sanitasi. Sejumlah desa yang berhasil dalam kerjasama, kita apresiasi," kata Rahadi, Ketua Badan Pengurus LPTP di Lorin Hotel.

Penghargaan pertama diberikan ke warga Jumapolo, Aisyiyah Sartini dari Koperasi Karya Manunggal (Kokama). Koperasi ini memodivikasi singkong dan memfermentasinya menjadi tepung rendah kalori. Penghargaan berikutnya tertuju Wagiyo dari Himpunan Tani Ngudi Makmur asal Jatiyoso. Kelompok taninya membudidaya benih padi hitam yang hampir punah dari daerahnya. Lalu, Desa Blederan Kecamatan Mojotengah, Wonosobo yang membudidaya sayur minim lahan. Penghargaan diterima Kades Muttaqin. Selanjutnya Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Klaten yang mampu mandiri menyuplai energi dari biogas limbah kandang sapi. Terakhir, Desa Karangagung, Tuban yang berinisiasi memperbaiki sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga. 

"Tujuan keseluruhan, kita ingin jalin kerjasama berbagai pihak. Misalnya tepung mocaf yang sedang dijajaki perusahaan Tiga Pilar," katanya. 
Pemberian penghargaan ini bersamaan upacara penutupan rapat dewan pembina lima tahunan. 
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi peran LPTP dalam mendampingi kelompok usaha skala rumah tangga. Terkait program kerja, ia bersedia mendampingi LPTP. 
Hadir di kesempatan itu, Ketua Dewan Pembina LPTP Akbar Tanjung. 

"Dewasa ini kita akan memasuki era digital dan inovasi teknologi 5.0, maka LPTP harus bisa mengantisipasi dan melakukan adaptasi atas laju perkembangan tersebut," katanya. 

Politisi senior Partai Golkar ini mengatakan beban LPTP semenjak era reformasi di sisi nonprofit, terasa lebih berat dan mendapat 
tekanan. Sementara sisi bisnis, LPTP akan jauh tertinggal kalau tidak ikut melaju dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. 

"Kita harus senantiasa mencari solusinya mau kemana LPTP dalam berpartisipasi di abad 21 ini," katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI