Kemenag Siapkan Pemecatan Tidak Hormat Oknum Guru Cabul

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Abu Saeri (47), seorang guru di salah satu SD di Karanganyar divonis tujuh tahun penjara dalam kasus pencabulan anak di bawah umur. Karirnya di bidang pendidikan dipastikan hancur akibat ulah bejatnya itu.

“Kita menunggu surat dari putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (incraht) terkait status hukum terdakwa. Yang jelas, itu akan mendasari Kemenag menerbitkan SK pemecatan secara tidak hormat,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Karanganyar, Mustain Ahmad kepada KRJOGJA.com, Minggu (11/3/2018) malam.

Abu Saeri diringkus aparat PPA Satreskrim Polres Karanganyar usai dilaporkan orangtua korban di sebuah sekolah madrasah pada Agustus 2017. Ia terbukti mencabuli sejumlah siswinya. Dalam sidang pekan lalu, majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa melanggar pasal 82 ayat 2 dan ayat 4 UU 35 tahun 2014 jo Perpu No 16 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan penjara sembilan tahun oleh jaksa. Pada sidang pekan ini, penasihat hukum maupun JPU akan mengutarakan sikap atas vonis tersebut.

“Meski kasus ini naik banding, keputusan Kemenag mengakhiri karirnya tidak akan berubah. Bahkan sejak dia ditahan polisi tahun lalu, sudah tidak dipercaya mengajar lagi. Selama proses penyidikan hingga persidangan, negara sudah tidak memberikan haknya secara penuh,” kata Mustain.

Untuk diketahui, peristiwa pelecehan seksual sejumlah murid dilakukan Abu pada Juli-Agustus 2017. Modus pelaku dengan meminta korban membantunya mengoreksi ujian tertulis teman-temannya. Abu memanggil korban maju ke depan kelas lalu memangkunya di kursi guru. Di saat itulah ia meraba kemaluan korban setelah menyingkap roknya. Seorang lainnya menolak diperlakukan tidak senonoh. Namun oleh pelaku, tangannya ditarik supaya menurut. Usai mencabuli, pelaku memberi uang Rp 2 ribu ke korban.

“Pekan ini akan disidangkan lagi. Nanti akan kami sikapi, banding ataukah tidak terhadap putusan majelis hakim memberikan sanksi lebih rendah dari tuntutan,” kata Kasi Pidum Kejari Karanganyar, Tony Wibisono. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI