Kemenkum HAM Jateng bentuk Tim Pora

SOLO, KRJOGJA.com – Kepala Divisi Keimigrasian (Kadivim) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Tengah Ramli HS mengatakan pihaknya berhasil membentuk 504 Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) yaitu dari 32 tim Pora kabupaten kota dan 472 Tim Pora tingkat kecamatan di seluruh Jawa Tengah. 

"Tujuan dibentuknya Tim Pora yangdiamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian bermaksud untuk memberikan rasa aman baik  terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) yang berada di Indonesia  maupun masyarakat Indonesia yang berdekatan dengan WNA itu," ujar Ramli HS ketika berlangsung pengukuhan Tim Pora tingkat kecamatan se eks karesidenan Surakarta di hotel Sunan, Solo, Senin (18/3/2018).

Ramli HS didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta (Kakanim) Said Ismail menambahkan Tim Pora yang anggotanya terdiri dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pemerintah daerah, kepolisian, TNI,  kejaksaan , unsur badan intelijen negara  se-Karesidenan Surakarta itu bertugas  memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan atau instansi terkait dalam hal ini terkait keberadaan dan kegiatan warga negara asing di wilayah masing-masing . 
"Diharapkan Tim Pora dapat sebagai wadah untuk melakukan koordinasi dan bersinergi antar instansi terkait  untuk  melakukan pengawasan terhadap keberadaan  warga negara asing khususnya yang berada di wilayah karesidenan Surakarta ,"ujarnya.

Ditambahkan akhir-akhir ini marak di wilayah Indonesia dalam hal menanamkan modal dalam rangka berinvestasi demikian juga dengan semangat pemerintah 
untuk mendorong supaya kita memberikan rasa aman kepada warga negara asing untuk datang dalam rangka berwisata . Tentunya diharapkan memberikan implikasi yang positif terhadap kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia.

Diakui oleh Ramli ada institusi yg sempat salah faham dengan adanya  payung hukum peraturan presiden  untuk menyempurnakan prosedur bila ada WNA yang akan berinvestasi ke Indonesia. Kalau dulu harus nunggu 12 hari sekarang cukup dua hari ijinnya selesai.  "Meski cepat  pemeriksaan oleh Imigrasi tetap sesuai prosedur. Tujuan penyederhanaan birokrasi perijinan  agar wisatawan asing banyak datang ke Indonesia , juga investor asing nyaman berinvestasi di Indonesia." (Hwa)

 

BERITA REKOMENDASI