Kemitraan Wartawan – Bank Indonesia Solo, Saling Mengingatkan Agar Jangan Ada Berita Bohong

SOLO, KRJOGJA.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Nugroho Joko Prastowo menjelaskan, tugas bank Indonesia menjaga nilai rupiah sekaligus pengendalian nilai inflasi.

“Kemitraan dengan media massa sangat penting dan bernilai apalagi di era digital yang sering muncul berita hoax. Media massa yang kredibel bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui itu berita hoax atau bukan. Media massa senantiasa memberitakan sesuai fakta,” papar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Nugroho Joko Prastowo saat berlangsung SRAMBI (Srawung Awak Media Sareng Bank Indonesia), Capacity Building Awak Media Soloraya Tahun 2021, di hotel Alana, Solo, Selasa (12/10/2021).

Dalam kesempatan itu Nugroho Joko Prastowo tampil sebagai pembicara bersama Muchus Budi Rahayu dari portal berita detik.com. Menurut Nugroho Joko masyarakat dan pemerintah kota Solo cukup percaya diri menjelang menurunnya wabah Corona. “Karena sudah ada persiapan pemerintah kota Solo dan sejumlah stake holder bisa langsung menginjak tuas persneling gigi dua bahkan tiga. Agar ekonomi semakin tumbuh,” ujarnya seraya memberi contoh digelarnya event Solo Great Sale (SGS) dan Solo International Performing Arts (SIPA) yang mendapat respon dari masyarakat.

Nugroho Joko optimis gerakan untuk mendorong belanja produk UMKM ( Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Solo cukup efektif. Apalagi adanya teknologi  Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang diinisiasi Bank Indonesia. Berbelanja jadi lebih menyenangkan. Saat ini, metode berbelanja semakin dipermudah dengan berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan di Indonesia. Salah satu teknologi tersebut adalah Quick Response Indonesia Standard (QRIS). QRIS adalah teknologi QR Code yang bisa digunakan untuk berbagai aplikasi pembayaran.

BERITA REKOMENDASI