Kendalikan Tikus, Dosen UNS Perkenalkan TBS

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Tikus sawah, hama yang paling merusak dan merugikan petani. Setidaknya ini dialami para petani di Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten dalam beberapa musim tanam terakhir ini. Pada 2018/2019 bahkan beberapa petani tidak berani menanam padi. Mereka membiarkan lahan sawahnya bera atau tidak ditanami apa-apa.

Menghadapi nasib petani Juwiring yang terus ditimpa kerugian di atas mengundang kreativitas sejumlah dosen yang tergabung dalam tim Pengabdian masyarakat dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Dr Supriyadi MS dan kawan kawan memperkenalkan Trap Barrier System (TBS) dan pemanfaatan burung hantu, dengan dibuatkan Rubuha (Rumah Burung Hantu) sebagai sarangnya.

"Penerapan teknologi tepat guna itu kami rancang untuk mengendalikan hama padi di desa Jaten. Perangkat ini sangat efektif, ramah lingkungan dan berdampak jangka panjang," jelas Dr Supriyadi MS, ketua tim PPLH, Sabtu (30/11). Dalam membuat peralatan itu staf pengajar Fakultas Pertanian ini ditemani Setya Nugraha SSi MSi dan Dr Drh Yanuartono MP.

TBS merupakan teknik pengendalian tikus dengan prinsip memasang perangkap di lahan padi. Komponen TBS terdiri atas: dinding sebagai pagar dengan bahan fiber agar tahan lama dan dapat dipasang berulang-ulang;. Kemudian Bubu perangkap dari ram kawat; dan tanaman pemikat (lure crop), yaitu tanaman padi yang telah membentuk malai isi.

"Pemasangan TBS akan efektif apabila padi di lahan sekitarnya belum mencapai masa bunting/bermalai atau pada masa bera. Oleh karena itu, tanaman padi untuk TBS harus ditanam terpisah atau menggunakan tanaman padi yang panen terakhir, apabila masa tanam tidak serentak," katanya.

Tikus akan masuk ke TBS karena mencari padi yang mengandung pati/karbohidrat sebagai kebutuhan untuk berkembang biak. Bubu berangkap di pasang sore hari dan diperiksa pagi hari. Tikus yang terperangkap dalam bubu dibunuh dengan cara ditenggelamkan. TBS mampu menangkap 1-18 ekor setiap malam pemasangan.

Setelah TBS dipasang jumlah lubang/sarang aktif tikus di sekitar lokasi pemasangan turun signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa TBS efektif menurunkan populasi tikus di lapangan. (Qom)

 

UNS

BERITA REKOMENDASI