Kendaraan Luar Kota Disekat di Dua Titik

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satlantas Polres Karanganyar melakukan penyekatan kendaraan di Cemoro Kandang, Tawangmangu dan Exit Tol Soker di Klodran, Colomadu. Operasi tersebut menitikberatkan pada skrining kesehatan pengguna jalan dan menghalau masuknya pemudik ke Karanganyar.

Kanit Patwal Polres Karanganyar Ipda Marindra Prasetya yang bertugas menjadi kepala pos penyekatan di Cemoro Kandang mengatakan operasional penyekatan dimulai pukul 07.00 WIB-20.00 WIB. Tiap hari personel di pos berganti.

“Penyekatan menyasar kendaraan luar kota. Akan ditanyai mau kemana, surat-surat dan skrining. Dicek kesehatannya serta diminta menjalani rapid tes antigen. Jika baik semua, silakan lanjutkan perjalanan,” katanya.

Posko ini sengaja didirikan di perbatasan Jateng-Jatim. Selain mendirikan posko penyekatan di Cemoro Kandang, ia mengatakan satuannya mendirikan pula di exit Tol Klodran.

“Penyekatan dilakukan juga di perbatasan yang melalui jalur tol. Saat larangan mudik berlaku (6-17 Mei 2021), penyekatan di perbatasan bakal lebih gencar. Yang keluar masuk tol Soker di Klodran kemungkinan hanya lalu lintas lokalan,” katanya kepada KRJOGJA.com, Kamis (22/04/2021).

Hingga hari ketiga penyekatan di posko, sekitar 1.000 lebih kendaraan roda dua dan roda empat diberhentikan. Mereka yang tak mengenakan masker diberi alat pelindung diri itu. Juga diminta menjalani rapid tes antigen. Dokkes Polres menyiapkan diri memandu tes tersebut.

Sementara itu, Kades Bogoarum, Plaosan, Kabupaten Magetan, Suyatno, mengatakan pergi ke Karanganyar untuk membeli benih sayuran dan alat pertanian. Ia terjaring penyekatan di Cemoro Kandang pada Kamis siang kemarin. Dia mendukung adanya penyekatan tersebut dan meminta untuk diefektifkan lagi. Pasalnya, diprediksi banyak pemudik yang akan curi start untuk pulang kampung sebelum jadwal pelarangan yang ditentukan pemerintah pusat.

“Tadi saya niatnya ke sini cuma belanja alat pertanian saja. Tapi kena pemeriksaan juga dan di rapid antigen. Hasilnya negatif. Tidak apa-apa, justrus saya mendukung agar lebih ketat lagi. Kalau ada yang mau mudik diminta putar balik saja,” beber dia. (Lim)

BERITA REKOMENDASI