Kepala Desa Diingatkan Tak Paksakan BUMDes

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, Semedi Budi Wibowo SH mengingatkan kalangan kepala desa tidak memaksakan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) karena iming-iming bakal mendapat tambahan dana dari pusat sebesar Rp 800 juta. Soalnya, mendirikan badan usaha tingkat desa tidak mudah dan harus melalui perencanaan matang.

"Jangan sampai karena hanya ambisi  untuk mendapat tambahan dana Rp 800 juta banyak desa membuat BUMDes yang belakangan hanya tinggal papan nama," kata Semedi di kantornya, Selasa (11/07/2017).

Disebutkan, kateristik setiap desa berbeda-beda sehingga tidak semua Kades maupun perangkat desa (Perdes) setempat dengan mudah mengelola BUMDes. Terlebih lagi, ujar Kadin PMD Wonogiri, untuk mendapatkan tambahan dana desa Rp 800 juta dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) setiap desa harus melaksanakan empat program yang ditetapkan pusat yakni punya BUMDes, sarana olahraga, membangun embung, serta memiliki produk unggulan desa serta produk unggulan kawasan pedesaan.

"Kendala lain yang dihadapi desa di wilayah perkotaan yakni terbatasnya lahan sehingga tidak bisa mewujudkan embung (waduk kecil)," tukas dia sembari mengakui dari total 251 desa di Kabupaten Wonogiri baru ada 65 desa yang punya BUMDes. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI