Kepo Asiek Tak Terganti Ojek Online

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Layanan ojek ASI eklusif dari ibu ke bayi mitra Puskesmas Kebakkramat I mustahil diganti ojek online. Petugas pengantar di program ini spesifik. 

"Abang ojek Kepo Asiek (Kelompok Peduli ASI Eklusif) dilatih dulu. Setelah lulus baru boleh mengantar ASI. Dia orang yang mumpuni. Bukan sembarang orang boleh mengantarkan. Ojek online juga tidak boleh mengantarkan ASI," kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada KR, Senin (8/7). 

Program Kepo Asiek merupakan inovasi Puskesmas Kebakkramat I. Program ini membantu bayi menerima asupan ASI eklusif meski ibu kandungnya bekerja di lokasi berjauhan. Program layanan publik ini akan dipaparkannya langsung ke Kemenpan RB dalam ajang Top 99 Inovasi Publik di Jakarta pada Rabu (10/7). 

"Misalnya ASI itu ditukar atau dijual bagaimana? Harus ada yang dipercaya mengantarkannya. Yakni ojek Kepo Asiek yang sudah dikenal oleh kliennya. Lagipula, ojek kepo asiek memiliki perangkat pendukung seperti cooler bag untuk menyimpan ASI di suhu tertentu," katanya. 

Bupati menjanjikan bantuan kesejahteraan bagi pengantar ASI eklusif, supaya meringankan beban ibu dalam mengupahnya. Sebelumnya, pengantar diupah rata-rata Rp 30 ribu per antaran. 

Kepala Puskesmas Kebakkramat I, Retno Sawartuti mengatakan tujuh ibu menyusui dilayani ojek Kepo Asiek. Saat ini, 30 ibu mendaftar layanan tersebut. 
"Baru ada tiga pengantar ASI eklusif. Mereka melayani ibu-ibu dari wilayah pokja Kebakkramat I. Tujuh mitra dinilai layak, sebab kontinyu memberikannya ke anak. Ada 30 pendaftar yang akan kita dalami seberapa tinggi komitmennya memberikan ASI eklusif," katanya. 

Layanan hantar tak dipungut biaya. Per petugas antar ASI diupah Rp 1.050.000 bersumber BLUD Puskesmas. (Lim)

BERITA REKOMENDASI