Kepsek SMPN Baturetno Bantah Isu Terlibat Penjualan Atribut

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Penjualan atribut sekolah SMP Negeri 1 Baturetno Wonogiri dilakukan pihak ketiga atau swasta. Pihak sekolah memberi ijin pihak swasta yakni pemilik toko di depan sekolah keluar masuk lingkungan SMPN Baturetno lantaran toko hanya berukuran kecil sehingga untuk menghindari kerumunan anak di tengah pandemi Covid.

“Penjualan itu (atribut sekolah) bukan koperasi sekolah yang melakukan tapi dilakukan murni pihak swasta yakni pemilik toko di depan SMP kami,” ungkap Kepala SMP Negeri 1 Baturetno, Dra Siti Safuroh MPd, kepada KR melalui ponsel, Senin (21/9).

Menurut dia, harga yang ditawarkan pihak toko kelontong seharga Rp 157 ribu juga sama sekali tidak ada kompensasi dengan sekolah. Artinya, kata Siti, kami tidak mendapatkan bagian atau komisi sepeserpun dari hasil penjualan itu.

“Kami pribadi selaku kepala (sekolah) semula malah tidak tahu jika harga atribut sebesar Rp 157 ribu, tahu-tahu juga dari anak-anak didik yang membelinya,” imbuh Kepsek SMPN 1 Baturetno.

BERITA REKOMENDASI