Kera Liar Serbu Permukiman Penduduk

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.co – Warga Kebakkramat dikagetkan dengan serbuan kera liar ke permukimannya. Kawanan hewan tersebut merusak kebun dan mencuri makanan di dalam rumah warga.

Dalam satu kawanan, jumlahnya lima sampai tujuh ekor. Biasanya kemunculannya ke permukiman mulai pagi sampai siang. Sedangkan sore sudah kembali ke pepohonan.

Fenomena serangan kera baru kali pertama dialami perkampungan di Dukuh Manggal Desa Banjarharjo Kebakkramat. Kebun yang diserbu rusak karena sayuran dan buah-buahan dimakan. Pemilik warung makan dan kelontong buru-buru menutup tempat usahanya begitu kawanan mendekat.

Belum ada laporan serangan sampai melukai warga. Namun penduduk merasa resah. Belum diketahui asal monyet ekor panjang yang menyerbu.

“Setelah mendapat laporan warga, kami mengecek ke lokasi. Memang benar ada monyet-monyet itu bergelantungan di pohon lalu turun masuk rumah. Mengambil makanan dan membuat takut warga,” kata sukarelawan Senkom Mitra Polri, Andi Hartono, Sabtu (23/10/2021).

Ia mengatakan di sekitar permukiman itu tidak terdapat habitat monyet ekor panjang. Sedangkan hutan Gunung Lawu terletak berjauhan dari lokasi tersebut. Sehingga lepasnya monyet kemungkinan dari kandang. Meski demikian, ia juga tak memiliki informasi adanya pembiakan monyet terdekat.

Dikatakannya, warga khawatir serangan kera menjadi-jadi dan dapat melukai warga setempat. Berbagai upaya sementara dilakukan warga setempat untuk menghalau serangan kera, salah satunya dengan menakuti kera menggunakan tongkat bambu sebagai sumber bunyi-bunyian. “Tongkat bambunya ini dipukul-pukul untuk ngusir keranya,” katanya.

Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sesuai rencana BKSDA akan melakukan pengecekan ke lokasi dalam waktu dekat ini.

Kepala Dusun Manggal, Supardi mengatakan situasi lingkungannya mencekam gegara monyet liar. Dagangan warga tak luput dari aksi brutal kawanan monyet. “Tiga hari ini serbuannya. Awalnya seekor tapi sekarang bertambah banyak,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI