Kerbau Kyai Slamet Sempat Mogok, Massa Memotret dengan Lampu

SOLO, KRJOGJA.COM – Prosesi kirab pusaka 1 Sura di Kraton Kasunanan Surakarta ditandai keluarnya tujuh ekor kerbau bule keturunan Kyai Slamet serta sebanyak 20 pusaka dari dinasti Mataram yang diikutkan dalam  kirab, Kamis malam (21/9/2017). 

Berbeda dengan tahun lalu yang dihadiri  tamu VIP, kali ini tidak nampak tamu publik figur yang menghadiri perhelatan pergantian tahun Jawa di Kraton Surakarta.  Raja Kraton Kasunanan Surakarta ISKS Pakoe Boewono XIII Hangabehi setelah menghitung pusaka yang keluar dari gedhong Pusaka menuju dampar di Sasana Wilapa, namun wartawan dilarang mendekat.  

Prosesi kirab pusaka diawali keluarnya tujuh ekor kerbau bule kyai Slamet yang menjadi cucuk lampah dalam kirab pusaka 1 Sura Kamis malam (21/9/2017). Pergantian tahun baru Jawa bertepatan malam Jumat Kliwon ini menambah sakral pergantian tahun Jawa yang bertepatan tahun Dal 1951.

Warga yang menyemut di depan Kori Kamandungan berebut kotoran kerbau yang diyakini bisa untuk menyuburkan tanah pertanian."Ya terpaksa berebut tletong Kyai Slamet untuk campuran pupuk di sawah ujar mbah Ginem (65) warga Mojogedang, Karanganyar yang dari rumahnya berjalan kaki menuju kraton Surakarta hanya untuk mendapatkan kotoran kerbau keturunan Kyai Slamet.
Diantara tujuh kerbau, dua ekor merupakan kerbau jantan sedang lima ekor kerbau betina.

Massa yang meluber untuk mengambil gambar kerbau bule Kyai Slamet yang tengah berjalan menggunakan kamera handphone dilengkapi lampu flash membuat tujuh ekor kerbau sempat mogok tidak mau meneruskan perjalanannya. Seperti di tikungan Gladag misalnya. Hal itu sempat membuat pawang kerbau Heri kerepotan membujuk kerbau diantaranya diberi nama Kyai Apon, Kyai Welas, Kyai Sukro, Kyai Soge, Kyai Pahing dan Kyai Jabo.

Sebelumnya juru bicara PB XIII KGPH Benowo mengatakan sebanyak 20 pusaka Kraton Surakarta dikirab."Ya pusaka yang dikirab merupakan piandel peninggalan dinasti Mataram. Pusaka ini disimpan rapat di gedhong Pusaka, pemegang kunci langsung Sinuhun PB XIII pribadi."ujar KGPH  Benowo.

Sesuai rute kirab, dari kori Kamandungan kraton , rombongan peserta kirab melewati Supit Urang terus lewat Alun-Alun Utara.Kemudian iring-iringan kirab melewati Gladag-Jalan Jendral Sudirman lantas ke Timur melewati Jalan Mayor Kuswanto. Kirab pusaka berlanjut melewati Jalan Kapten Mulyadi-Jalan Veteran-Jalan Yos Sudarso kemudian melewati Jalan Slamet Riyadi hingga kembali ke bunderan Gladag dan kembali lagi menuju kraton. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI