Kesembuhan Bertambah, Sepekan Terakhir Nol Kasus Meninggal Corona

Editor: Agus Sigit

Jumlah penderita virus Corona yang telah sembuh sebanyak 13.634 kasus. Angka kesembuhan mencapai 90,8 persen. Angka kesembuhan tertinggi pada usia bayi dan balita sebesar 100 persen, disusul usia remaja sebanyak 99,6 persen dan terendah angka kesembuhan pada usia lanjut sebesar 70,9 persen.

“Dibanding dengan minggu sebelumnya angka kematian tetap pada angka 9,1 persen dan kesembuhan mengalami kenaikan 90,8 persen,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat hingga pekan ketiga Oktober 2021 Kabupaten Sukoharjo masih berstatus zona kuning atau tingkat risiko penyebaran virus Corona rendah.
“Kabupaten Sukoharjo masih berstatus zona kuning atau tingkat penyebaran virus Corona rendah,” lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap status zona Kabupaten Sukoharjo tidak mengalami kenaikan lagi dan tetap bertahan kuning. Namun demikian usaha terus dilakukan untuk menekan angka kasus positif virus Corona dengan harapan bisa menurunkan status menjadi zona hijau.

“Masyarakat tetap diminta mematuhi protokol kesehatan karena masih pandemi virus Corona. Usaha menekan kasus terus dilakukan untuk menurunkan status menjadi zona hijau,” lanjutnya.

Status zona Kabupaten Sukoharjo dilihat dari peta zonasi risiko dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan tersebut adalah indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Berdasarkan indikator tersebut diketahui ada penurunan status dari sebelumnya zona oranye menjadi kuning. Penurunan tersebut disebabkan karena adanya penurunan kasus positif virus Corona. Kondisi tersebut sangat melegakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mengingat sebelumnya status Kabupaten Sukoharjo sempat naik menjadi zona oranye.

Sementara pemerintah telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 1 November 2021 untuk Jawa dan Bali, dan sampai 8 November 2021 di wilayah luar Jawa Bali. Meski situasi pandemi COVID-19 masih terkendali, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan PPKM, termasuk dalam penentuan level kabupaten kota.
Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Senin (19/10/2021). Ia juga menyebutkan bahwa kasus konfirmasi harian yang rendah turut membuat kasus aktif nasional dan di Jawa-Bali terus menunjukkan penurunan.

Kasus konfirmasi di Indonesia dan di Jawa-Bali masing-masing tercatat telah turun hingga 99% dari level tertinggi pada 15 Juli 2021. Kini, hanya tersisa kurang dari 20.000 kasus aktif secara nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa dan Bali.
Situasi yang terus membaik ini juga tercermin dari penurunan kasus kematian di beberapa provinsi di Jawa dan Bali yang bahkan telah mencapai nol kematian akibat COVID-19.

“Tingkat kematian yang rendah dapat dijaga bila diiringi dengan peningkatan capaian vaksinasi lansia di Jawa dan Bali yang terus meningkat. Hal ini sejalan dengan kebijakan menjadikan cakupan vaksinasi lansia sebagai salah satu asesmen untuk penurunan level PPKM suatu wilayah,” ungkap Menkominfo Johnny. (Mam/Git)

 

BERITA REKOMENDASI