Keuangan Minus Akibat Pandemi, Pemkab Sragen Wacanakan Utang ke Bank

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen berencana mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 200 miliar ke Bank Jateng. Pinjaman sebesar itu rencananya untuk membiayai sejumlah pembangunan jalan rusak dan revitalisasi pasar tradisional.

Kondisi keuangan daerah yang minus akibat pandemi Covid-19 menjadi alasan pengajuan utang tersebut. Ketua DPRD Sragen, Suparno, Jumat (29/10/2021) mengatakan, pihaknya sudah menerima surat permintaan persetujuan utang daerah dari eksekutif. Surat itu masuk beberapa hari lalu yang intinya meminta persetujuan DPRD untuk mengajukan pinjaman daerah ke Bank Jateng senilai Rp 200 miliar. “Memang ada, suratnya sudah masuk. Tapi kami belum bisa memberi jawaban atau persetujuan. Karena masih butuh proses dan kajian dengan berbagai pihak dulu,” ujarnya.

Suparno menjelaskan rencana pinjaman itu diajukan untuk tahun 2022-2023. Jika direalisasi, uang hasil pinjaman akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan, gedung, serta memulihkan ekonomi dengan membangun pasar tradisional Joko Tingkir dan Pasar Nglangon. Pasar Nglangon menjadi prioritas karena terbakar beberapa waktu lalu dan belum bisa terbangun karena keterbatasan anggaran.

Secara aturan, jelas Suparno, pinjaman daerah memang dibolehkan. Meski demikian, ia memandang perlu dilakukan kajian matang dan mendalam dari berbagai aspek dan melibatkan banyak unsur sebelum memutuskan. “Rencananya pinjaman itu akan diangsur 2 tahun. Saya hanya melihat nanti sisi kajian dan usulannya. Makanya butuh waktu untuk meminta pendapat-pendapat sehingga kami harus rapat dengan para pimpinan baik pimpinan komisi, fraksi maupun unsur pimpinan DPRD. Kalau perlu dengan kajian akademisi juga,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI