Kirab 1 Sura Tetap Berlangsung

SOLO, KRJOGJA.com – Upacara adat kirab pusaka malam 1 Sura di Keraton Kasunanan Solo, Kamis (21/9/2017) depan, dipastikan tetap berlangsung, kendati silang sengkarut pengelolaan keraton peninggalan dinasti Mataram ini belum juga terurai. Sinuhun Pakoe Boewono XII Hangabehi yang saat ini masih berseberangan prinsip dengan sebagian besar kerabat inti, telah memerintahkan penyelenggaran kirab pusaka malam 1 Sura kepada GPH Dipokusumo.

Maha Menteri Keraton Kasunanan Solo, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPHPA) Tedjowulan, menjawab wartawan, usai beraudiensi dengan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di Balaikota, Senin (12/9/2017), mengungkapkan, perintah Sinuhun sebagai amanat yang harus dilaksanakan. Demikian halnya jenis pusaka yang hendak dikirabkan serta personal pembawa pusaka, menunggu dhawuh lebih lanjut dari Sinuhun sebagai pemegang komando segala pelaksanaan upacara adat.

Tedjowulan berharap, silang sengkarut pengelolaan Keraton Kasunanan Solo dapat dituntaskan pada pertemuan di Kantor Badan pertmbangan Presiden (Wantimpres) pada Selasa (13/9/2017) ini. "Seluruh kerabat keraton berharap, Sinuhun Pakoe Boewono XIII berkenan menandatangani surat kuasa sebagai dasar pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengelola Kraton Kasunanan Solo," ujarnya sembari menegaskan, para kerabat inti berkomitmen tidak akan menguthik-uthik posisi Hangabehi sebagai Sinuhun Pakoe Boewono XIII.

Seperti halnya rencana pelaksanaan upacara adat kirab pusaka malam 1 Sura, komando utama di tangan Sinuhun Pakoe Boewono XIII, lalu Maha Menteri KGPHPA Tedjowulan mengkoordinasikan pelaksanaan teknis, sedangkan persoalan administratif, termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan, ditangani Bebadan. Dalam hal ini, Tedjowulan telah menunjuk Gusti Raden Ayu (GRAy), Koes Moertiyah sebagai koordinator Bebadan sementara, dengan pertimbangan yang bersangkutan telah berpengalaman menyelenggarakan upacara adat serupa selama bertahun-tahun.

Keberadaan Bebadan kendati masih bersifat sementara, menurut Tedjowulan sangat strategis, terkait dengan kucuran dana penyelenggaraan kirab pusaka malam 1 Sura dari pemerintah, serta pembuatan laporan pertanggungjawaban. Mudah-mudahan dalam pertemuan di kantor Wantimpres Selasa (13/9/2017) nanti, ujarnya berharap, seluruh persoalan dapat diselesaikan, demikian pula Bebadan yang bakal menjadi mitra kerja UPT Badan Pengelola Keraton Kasunanan Solo terbentuk secara definitif. Dengan begitu, pengelolaan administrasi tak lagi ditangani Bebadan sementara, sehingga memiliki legalitas yang kuat.

Di sisi lain, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, biaya penyelenggaraan kirab pusaka malam 1 Sura di Keraton Kasunanan Solo ditanggung pemerintah. Bahkan, saat ini masih tersedia dana sekitar Rp 144 juta, sisa dari penyelenggaraan upacara Tingalan Jumenengan Dalem Sinuhun Pakoe Boewono XIII beberapa waktu lalu.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI