Kisruh PPDB di Sragen, 8 Siswa Kembali Diterima Usai Lapor Polisi

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Kisruh penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMAN 1 Gondang, Sragen, akhirnya berhasil diselesaikan. Setelah dilaporkan ke polisi, 8 siswa yang awalnya tersingkir dipastikan bakal diterima kembali di tahun ajaran baru tahun ini.

Penyelesaian kisruh PPDB ini tidak lepas dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang langsung turun tangan menjamin diterimanya kembali 8 siswa tersebut. “Jadi setelah mendengar ada kasus di Gondang ini, Pak Ganjar whatsapp (WA), tanya apakah ada hakcer di PPDB. Saya jawab disinyalir memang ada dan sudah dilaporkan ke polisi. Pak Ganjar bilang, nanti diselesaikan kepala dinas provinsi,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Gondang, Sragen, Singgih Santoso, usai pertemuan dengan wali siswa di aula sekolah setempat, Selasa (05/06/2022).

Setelah WA Ganjar tersebut, jelas Singgih, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng juga langsung telepon dan meminta 8 anak yang terpental akibat ulah hacker untuk bisa diterima kembali. “Sesuai petunjuk dinas pendidikan Jateng, 8 anak tersebut agar diterima kembali dengan teknis penerimaan lewat offline. Makanya wali murid langsung kami kumpulkan,” jelas Singgih.

Anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto yang dari awal mendampingi 8 siswa yang terpental akibat kisruh PPDB ikut senang dengan kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Jateng. “Terimakasih Gubernur Ganjar, dinas pendidikan Jateng dan semua pihak yang langsung merespon masalah ini. Kami sadar ini bukan salah sekolah, tapi karena ulah orang tak bertanggungjawab yang membobol situs PPDB,” tandasnya.

Terkait laporan polisi sebelumnya, Bambang mengaku akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian lagi. Apakah nanti laporan dicabut atau bagaimana, pihaknya siap. “Tujuan utama kami adalah bagaimana 8 siswa ini bisa diterima kembali, karena memang sudah haknya. Perkara nanti polisi tetap menyelidiki untuk mencari pembobol situs, ya silakan,” tuturnya.

Salah satu wali murid siswa yang awalnya melapor ke polisi, Burhanudin mengaku lega setelah anaknya yang sempat tersingkir karena ulah hakcer, diterima kembali di SMAN 1 Gondang. “Kami menyadari bahwa ini bukan salah panitia sekolah, tapi karena ulang hacker yang membobol situs PPDB. Karena anak kami sudah diterima kembali, makanya laporan ke polisi akan kami cabut,” tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI