Klaster Hajatan Sembuh, Puluhan Warga Ngadipiro Selesai Isolasi Mandiri

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJOGJA.com- Puluhan warga Kampung Ngadipiro RT 01 RW 04 Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari yang sebelumnya terkonfirmasi positif virus Corona dari klaster hajatan telah sembuh. Warga selesai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Akses jalan kampung sebelumnya ditutup sekarang sudah dibuka kembali. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Tawangsari terus memantau kondisi warga dan meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Camat Tawangsari sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Tawangsari, Joko Windarto, Jumat (9/7/2021) mengatakan, puluhan warga Kampung Ngadipiro RT 01 RW 04 Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari sudah selesai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari pada Rabu (7/7/2021). Pada saat itu warga sudah dinyatakan sembuh setelah sebelumnya terkonfirmasi positif virus Corona dari klaster hajatan. Akses jalan kampung yang sebelumnya ditutup sudah dibuka kembali.

Kondisi warga setelah dinyatakan sembuh dan selesai menjalani isolasi mandiri dalam keadaan baik. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Tawangsari akan terus melakukan pemantauan terhadap puluhan warga. Mereka diminta tetap mematuhi protokol kesehatan dengan wajib memakai masker.

“Warga sudah selesai menjalani isolasi mandiri dan akses jalan kampung sudah dibuka lagi. Kami terus memantau kondisi kesehatan mereka dan meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Warga yang telah selesai menjalani isolasi mandiri juga diminta waspada terhadap penularan virus Corona lagi. Salah satunya dengan mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan massa. Sebab kondisi sekarang sedang diberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona.

“Warga tetap diminta menjaga kesehatan dengan mengurangi mobilitas di luar rumah. Sekarang masih diberlakukan PPKM darurat,” lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Tawangsari meminta pada warga untuk segera melapor apabila terjadi sesuatu gejala virus Corona. Hal itu dilakukan untuk mempercepat penanganan dan mencegah penularan ke orang lain.

Sebelumnya, klaster hajatan penularan virus Corona ditemukan di wilayah  RT 01 RW 04 Kampung Ngadipiro, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari. Akibatnya akses kampung ditutup sementara setelah 36 warga terkonfirmasi positif virus Corona dan 48 warga satu RT sekarang masih menunggu hasil tes swab. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona sudah melakukan penanganan sekaligus pelacakan kontak erat.

Kepala Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Mujiyono, Selasa (29/6) mengatakan, kasus virus Corona di wilayah  RT 01 RW 04 Kampung Ngadipiro, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari bermula saat salah satu warga mengalami sakit dengan gejala demam, batuk dan pilek. Warga tersebut periksa ke pelayanan kesehatan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan tes swab antigen. Hasilnya diketahui reaktif.

Petugas kemudian langsung menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan pelacakan riwayat perjalanan yang bersangkutan. Hasil pelacakan diketahui warga tersebut memiliki riwayat ikut rewangan tetangga yang menggelar hajatan.

“Hajatan tersebut digelar sebelum Pemkab Sukoharjo menerbitkan surat edaran larangan hajatan,” ujarnya.

Pelacakan kontak erat juga dilakukan petugas terhadap warga tersebut. Hasilnya diketahui ada 36 warga. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan dan diketahui hasilnya terkonfirmasi positif virus Corona. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan dan diketahui ada enam warga bergejala dan harus dirawat di rumah sakit rujukan penanganan virus Corona. Sedangkan 30 warga lainnya tidak memiliki gejala.

Total 36 warga terkonfirmasi positif virus Corona berada di lingkungan satu RT. Dari 36 warga tersebut diantaranya termasuk pengantin dan keluarga penyelenggara hajatan pernikahan. Atas temuan tersebut petugas kemudian melanjutkan pelacakan kontak erat lain dan diketahui ada 48 warga.

Sebanyak 48 warga tersebut kemudian menjalani tes swab. Petugas kemudian masih menunggu hasil tes swab untuk mengetahui ada tidaknya penyebaran virus Corona.

Atas temuan kejadian tersebut akses jalan menuju kampung di wilayah  RT 01 RW 04 Kampung Ngadipiro, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena banyak warga dalam satu RT tersebut terkonfirmasi positif virus Corona.

“Warga masih menjalani isolasi mandiri. Pemerintah desa telah membentuk tim dan Posko PPKM Mikro. Tugasnya mendistribusikan logistik bagi warga yang menjalani isolasi mandiri,” lanjutnya.

Pemerintah Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari juga memantau aktivitas warga selama isolasi mandiri. Warga dilarang keluar kampung sebelum mereka dinyatakan sembuh. Penutupan akses kampung juga untuk mencegah penyebaran virus Corona. (Mam) 

BERITA REKOMENDASI