Klaster Jemaah Salat Merebak, Masjid Al Umar ‘Dilockdown’

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Masjid Al Umar Dukuh Pundungrejo Desa Jati, Jaten ditutup sementara untuk semua kegiatan peribadahan. Sebanyak 12 jemaah di masjid tersebut terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Diduga, penyebaran virus itu dari jemaah masjid tetangga yang sering berpindah tempat salat berjamaah. Masjid itu milik sebuah ponpes di jalur alternatif Karanganyar-Sukoharjo yang masuk Desa Suruhkalang, Jaten. Masjid itu sering disinggahi pengguna jalan dari berbagai daerah.

Kades Jati Haryanta mengatakan awalnnya dua orang jemaah mengalami gejala batuk, sesak napas dan demam. Setelah diperiksakan, ternyata positif Covid-19. Kemudian dilakukan tracing ke kontak eratnya. Karena keduanya jemaah masjid yang aktif, maka orang-orang yang sering berkontak dengannya dirapid swab antigen. Hasilnya, positif covid-19 dialami delapan warga Rt 03/Rw I dan empat warga Rt 04 Rw I.

“Masjid itu berada di tepi jalan alternatif. Banyak dan silih berganti orang solat di sana. Lockdown Masjid Al Umar mulai Salat Jumat kemarin sampai sekarang masih berlangsung selama 14 hari,” katanya kepad KR, Senin (26/4).

Semua yang terpapar kini isolasi mandiri di rumah. Mereka diawasi satgas Jogo Tonggo agar patuh aturan protokol kesehatan.

Haryanta mengatakan Satgas Jogo Tonggo bertugas mengirimkan logistik makanan ke pelaku isolasi mandiri (isoman). Dengan kemunculan klaster salat jamaah ini, Desa Jati memiliki 19 kasus aktif Covid-19 yang tercatat sampai Minggu (25/4).

BERITA REKOMENDASI