KLewer Timur Berkejaran dengan Waktu

SOLO, KRJOGJA.com – Revitalisasi Pasar Klewer sisi Timur yang hingga kini baru memasuki tahap persiapan, berkejaran dengan waktu, sebab tinggal menyisakan lima bulan hingga akhir tahun anggaran. Padahal, revitalisasi mesti melalui beberapa tahaoan, diantaranya pemindahan pedagang ke pasar darurat, lelang penghapusan aset, pelaksanaan pembangunan pasar baru yang juga harus diawali dengan lelang pekerjaan.

Kepala Dinas Perdagangan, (Disdag), Subagyo, menjawab wartawan, di Balaikota, Selasa (18/7/2017) mengungkapkan, anggaran revitalisasi Pasar Klewer sisi Timur, saat ini tinggal menunggu Daftar Isian Perincian Anggaran (DIPA) dari pemerintah pusat sebagai dasar pencairan dana. Diproyeksikan, dalam beberapa pekan ke depan, anggaran revitalaisasi Pasar Klewer Sisi Timur yang saat ioni sudah berada di meja Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sudah dapat dicairkan.

Pemindahan pedagang ke pasar darurat serta penghapusan aset, tambahnya, dapat dilakukan dengan cepat, sebab saat ini sudah tersedia kios di Alun-alun Utara (Alut) yang semula digunakan sebagai psar darurat pedagang Pasar Klewer sisi Barat. Jika anggaran dari pusat dapat cair dalam dua atau tiga pekan ke depan, masih tersisa waktu sekitar 4,5 bulan untuk proses pelaksanaan revitalisasi. "Relatif masih mencukupi, sepanjang proses pengerjaan dilakukan secara maraton minimal 16 jam sehari," ujarnya sembari menyebut, dengan tetap mengedepankan kualitas bangunan.

Volume pekerjaan revitalaisasi Pasar Klewer sisi Timur, tak sebesar pembangunan kembali Pasar Klewer sisi Barat yang memerlukan waktu hingga dua tahun. Pun anggaran yang diperlukan hanya sebesar Rp 48 miliar, atau sepertiga dari biaya pembangunan kembali pasar Klewer sisi barat akibat kebaaran akhir tahun 2014 silam.

Sembari menunggu proses pencairan anggaran dari pemerintah pusat, Subagyo mengaku, sejak beberaopa pekan lalu melakukan sosialisasi kepada 546 pedagang pasar Klewer sisi Timur, terutama penempatan di pasar darurat selama proses revitalisasi berlangsung. Semula, para pedagang tersebut akan ditempatkan di lantai basement Pasar Klewer sisi Barat, namun dengan berbagai pertimbangan, mereka akan ditempatkan di pasar darurat Alut.

Sejauh ini, para pedagang tidak mempersoalkan lokasi pasar darurat, tambah Subagyo, bahkan mereka mendesak proses revitalisasi segera dilakukan. Desakan para pedagang cukup wajar, sebab pedagang Pasar Klewer sisi Barat, saat ini menempati bangunan baru yang lebih nyaman, sedangkan mereka masih berada di pasar lama dengan kondisi berjubel.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI