Klomtan Tani Maju Lahirkan Tawangmangu Super

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Bawang putih impor masih tetap mendominasi di pasaran. Padahal petani Indonesia sebenarnya mampu berbudidaya dan mengembangkan bawang putih yang kualitasnya setara impor. Lihat saka hasil panenan Bejo Supriyanto, petani Dukuh Pancot Kalurahan Kalisoro Tawangmangu.

Dalam dua tahun terakhir ini Bejo bersama petani lain yang tergabung dalam kelompok taruna tani "Tani Maju" berhasil melahirkan varietas bawang putih Tawangmangu Super. Varietas baru ini merupakan hasil inovasi dari varietas Tawangmangu baru yang selama ini jadi varietas idaman para petani.

Varietas Tawangmangu baru oleh Prof Sobir dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Institut Pertanian Bogor (IPB) diberi perlakuan doubel chromosome.  Benih baru ini ketika kali pertama ditanam Bejo dan kawan-kawan belum memberikan hasil yang menggembirakan.

"Hasil panen pertama saya sortir. Yang besar dijadikan bibit dan umbi kecil dikonsumsi," jelas Bejo didampingi Taufik Amrozi, deputi Bank Indonesia Solo, Jumat (14/12). Ketika sekitar 40 persen benih baru kembali ditanam mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Siung maupin umbi besar seperti jenis bawang impor.

Melihat besaran umbi maupun siung, Bejo memperkirakan  Tawangmangu Super mampu menghasilkan 20 ton per hektar basah cabut. Taufik Amrozi mengatakan Bank Indonesia Solo terpanggil untuk menangani bawang putih, karena menjadi salah satu komoditas penyumbang infalasi. (Qom)

BERITA REKOMENDASI